Kolaborasi Dibutuhkan untuk Dorong Kemandirian Pangan dan Energi Berbasis Sawit

Andhika Prasetyo
27/4/2026 19:00
Kolaborasi Dibutuhkan untuk Dorong Kemandirian Pangan dan Energi Berbasis Sawit
Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026(Forwatan)

Penguatan sektor kelapa sawit tidak hanya bergantung pada industri besar, tetapi juga pada peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah kebutuhan memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional, kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi sawit yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026 yang digelar AKPY-STIPER dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Kegiatan yang berlangsung pada 23-24 April 2026 di kampus AKPY-STIPER, Sleman, Yogyakarta, ini bertujuan memperkuat peran kelapa sawit dalam mendukung kemandirian pangan dan energi nasional.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, siswa, hingga pelaku UMKM. Mereka mengikuti beragam agenda, seperti diskusi, pelatihan teknis, serta pameran produk berbasis sawit.

Direktur AKPY-STIPER, Sri Gunawan, menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis dengan manfaat yang luas, baik sebagai sumber energi, bahan pangan, maupun bahan baku produk turunan bernilai tambah tinggi.

“Seluruh mahasiswa, khususnya penerima beasiswa BPDP, harus memahami potensi besar agribisnis sawit. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian pangan dan energi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memahami agribisnis sawit secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, mendorong inovasi produk berbasis sawit, serta memperkuat kelembagaan dan jaringan bisnis, baik secara konvensional maupun digital.

Rangkaian acara meliputi pembahasan kebijakan dan strategi hilirisasi sawit berbasis UMKM, pelatihan pengolahan produk pangan, energi, oleokimia, oleofood, hingga pemasaran digital. Selain itu, expo dan sesi networking turut membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha, perusahaan, akademisi, dan pemerintah.

Lebih dari sekadar forum pengembangan usaha, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif industri sawit di tengah beragam tantangan persepsi publik.

Kepala Divisi Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan bahwa workshop ini merupakan implementasi program promosi BPDP untuk memperkuat narasi positif tentang industri kelapa sawit.

“Kegiatan workshop dan konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 merupakan implementasi dari program promosi BPDP yang memiliki mandat untuk membangun narasi positif industri kelapa sawit di tengah berbagai tantangan persepsi publik,” ujarnya.

Menurut Helmi, strategi komunikasi yang efektif harus melibatkan pelaku usaha secara langsung. Dengan merasakan manfaat ekonomi dari produk turunan sawit, UMKM diharapkan tidak hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga menjadi agen yang menyampaikan cerita positif tentang sawit kepada masyarakat.

“Ketika UMKM merasakan langsung manfaat ekonomi dari sawit, baik melalui produk pangan, energi, maupun turunan lainnya, maka secara alami mereka akan menjadi bagian dari narasi besar industri ini,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan pemahaman yang komprehensif mengenai peran strategis sawit, mulai dari kontribusinya terhadap ekonomi nasional, ketahanan pangan, energi, hingga keberlanjutan lingkungan.

Melalui kolaborasi antara UMKM, koperasi, perguruan tinggi, pemerintah, perusahaan sawit, dan lembaga riset, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, membuka peluang pembiayaan, serta mempercepat transfer teknologi di sektor sawit.

Pada akhirnya, Workshop UMKM Sawit Jogja 2026 diharapkan dapat melahirkan pelaku UMKM sawit yang inovatif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi Indonesia. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya