Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan karakteristik produktivitas tinggi, pasokan yang stabil, dan beragam potensi pemanfaatan, sawit dinilai mampu menjadi fondasi penting dalam pengembangan industri pangan berbasis bahan baku domestik. Pandangan tersebut disampaikan Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satuan Tugas Pangan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), M Hadi Nainggolan. Menurutnya, industri kelapa sawit, mulai dari sektor hulu hingga hilir, telah menjadi salah satu penopang utama kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.
“Dari kelapa sawit kita menghasilkan berbagai macam produk turunan di bidang pangan. Banyak sekali produk pangan yang dihasilkan dari kelapa sawit,” ujarnya.
Indonesia saat ini memiliki perkebunan kelapa sawit seluas hampir 17 juta hektare. Luas areal tersebut menjadi modal besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama karena kelapa sawit memiliki pola produksi yang relatif stabil sepanjang tahun dan tidak terlalu dipengaruhi musim. Kondisi ini memberikan kepastian pasokan bahan baku bagi industri, sekaligus menciptakan kenyamanan bagi pelaku usaha yang bergantung pada komoditas tersebut.
“Saya sepakat bahwa kelapa sawit ini adalah tanaman unggulan dan andalan Indonesia yang harus dioptimalkan sebaik mungkin,” tegas Hadi.
Sebagai pendiri HANN Corp, Hadi menilai potensi besar tersebut perlu dimaksimalkan melalui penguatan hilirisasi, khususnya di sektor pangan. Langkah ini penting untuk menciptakan produk bernilai tambah, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi industri sawit.
Saat ini, kelapa sawit telah menjadi bahan baku berbagai produk pangan, mulai dari minyak goreng, margarin, roti, kopi, cokelat, biskuit, hingga mentega putih atau shortening. Produk-produk tersebut menunjukkan luasnya aplikasi sawit dalam industri makanan modern. Namun, Hadi menilai sebagian besar pelaku usaha, termasuk anggota Hipmi, masih berfokus pada produksi bahan mentah seperti tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO). Karena itu, transformasi menuju industri hilir menjadi langkah strategis yang perlu dipercepat.
“Saat ini hampir semua pengusaha sukses di Hipmi memiliki kebun kelapa sawit, tapi hanya sebatas menghasilkan TBS dan CPO. Kita masih perlu mendorong agar para pengusaha terjun ke sektor hilirisasi,” katanya.
Untuk mendukung langkah tersebut, Hipmi mendorong penguatan kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Melalui Program Pangan dan Hilirisasi, BPDP dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat industri hilir sawit nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar global.
“Kami mengajak BPDP melompat lebih tinggi dengan menciptakan program inkubasi skala industri di program pangan,” ujar Hadi.
Menurutnya, keberhasilan hilirisasi sawit di sektor pangan akan memberikan dampak luas, mulai dari memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan nilai tambah komoditas, hingga membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Hipmi pun menargetkan hadirnya setidaknya satu pelaku usaha di setiap provinsi yang fokus mengembangkan hilirisasi sawit di sektor pangan. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi produsen bahan baku sawit terbesar, tetapi juga mampu menghasilkan produk pangan olahan bernilai tinggi.
“Kita mendorong ada satu pengusaha di setiap provinsi terjun ke hilirisasi sawit sektor pangan. Harus ada pengusaha yang bisa mengolah kebun sawit menjadi produk-produk pangan seperti mentega hingga keju,” pungkasnya. (E-3)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Akademisi UI William menilai Anthony Leong memenuhi kriteria jujur, amanah, dan cerdas untuk memimpin Hipmi menghadapi tantangan digitalisasi global.
Persaingan menuju kursi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2026-2029 semakin dinamis.
Arus dukungan terhadap bakal calon Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo terus bertambah dari berbagai daerah.
Afifuddin Kalla resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Calon Ketua Umum BPP Hipmi periode 2026-2029.
Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi sawit.
Dalam konteks kebijakan nasional, program hilirisasi menjadi fokus utama sektor perkebunan pada 2025, khususnya industri kelapa sawit yang memiliki kontribusi signifikan.
PELAKU usaha kecil, mikro, dan koperasi (UKMK) didorong tak lagi melihat sawit sebatas minyak goreng.
PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyampaikan dukungan kepada pemerintah untuk optimalisasi hilirisasi sawit melalui peremajaan sawit rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved