Lotte Chemical Alami Gangguan Pasokan, Produksi Diturunkan

Insi Nantika Jelita
09/4/2026 17:23
Lotte Chemical Alami Gangguan Pasokan, Produksi Diturunkan
Fasilitas produksi Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten.(Antara)

Lotte Chemical Indonesia (LCI) menghadapi gangguan pasokan bahan baku akibat ditutupnya Selat Hormuz sebelumnya, imbas konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sebagai langkah antisipatif, perusahaan mengurangi produksi untuk menjaga keberlanjutan usaha. LCI menyebut gangguan di kawasan Selat Hormuz berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan baku utama seperti nafta dan elpiji.

"LCI hingga saat ini masih beroperasi namun dengan menurunkan tingkat produksinya," ujar Direktur Management Support PT Lotte Chemical Indonesia Cho Jin-Woo dalam keterangan resmi dikutip Kamis (9/4). 

Pengurangan produksi dilakukan karena rute pengadaan bahan baku terpaksa diubah akibat hambatan logistik yang ada. LCI juga memastikan evaluasi dilakukan setiap hari untuk memantau situasi dan menjaga transparansi seiring berkembangnya kondisi.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Cho mengaku pihaknya aktif melakukan berbagai langkah alternatif untuk mengamankan pasokan dari sumber lain, demi menjaga keberlangsungan produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Cho juga menegaskan alokasi persediaan produk dan kapasitas produksi saat ini sebagian besar diprioritaskan untuk pasar domestik. Distribusi pasokan dilakukan secara terukur guna menjaga stabilitas industri hilir nasional.

"Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami menjaga keberlangsungan pasokan industri dalam negeri. LCI terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan,” tegas Cho.

Untuk mengatasi hal ini, LCI mengatakan bantuan pemerintah amat berarti bagi perusahaan, antara lain penyederhanaan regulasi untuk mempercepat proses impor bahan baku, penerapan bea masuk 0% untuk elpiji sebagai bahan baku, dan bantuan fiskal sementara untuk mengimbangi lonjakan eksponensial dalam krisis rantai pasokan global.

"Ini termasuk bantuan untuk mengupayakan jalur keluar yang aman bagi kapal pengangkut bahan baku LCI yang saat ini tertahan di Selat Hormuz," kata Cho.

Ia menambahkan dukungan pemerintah juga diharapkan memberikan keamanan penting, tidak hanya untuk kondisi saat ini tetapi juga bagi industri domestik di masa depan. 

“Ini agar aktivitas produksi kami tetap berlanjut dan memberikan dampak positif bagi program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya