Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Perubahan iklim tampaknya bukan satu-satunya penyebab kerusakan hutan. Kebakaran juga menjadi salah satu penyebab utama perubahan besar pada sedimen, lahan basah, dan vegetasi.
Penyebab berkurangnya paru-paru dunia itu diungkapkan Andres Holz bersama rekan ilmuannya. Pengungkapan itu dilakukan setelah meneliti serbuk sari dan sisa arang di lokasi bekas kebakaran hutan, di Patagonia Barat, Amerika Selatan.
Dalam studi itu, kata Holz, menemukan perubahan secara drastis pada wilayah tersebut. Padahal dalam catatannya, wilayah itu tidak pernah berubah setidaknya sampai 2.000 tahun silam. Ketika kebakaran hutan terjadi, ada pergeseran yang cukup signifikan terhadap komposisi rawa dan hutan. Keduanya kemungkinan dipicu kombinasi variabilitas iklim dan deforestasi secara besar-besaran, yang muncul setelah kedatangan manusia.
"Iklim saja tidak mampu mengubah komposisi dominan di hutan-hutan ini. Sebaliknya, perubahan skala besar dan jangka panjang terlihat setelah ada aktivitas kebakaran pada ekosistem," tuturnya, seperti dilansir Science Daily.
Mengutip studi yang dilakukan sebelumnya, Holz lantas memperkirakan frekuensi kebakaran hutan akan meningkat pada abad 21. Pengingkatan itu sangat mungkin terjadi apabila didukung dengan peningkatan gas rumah kaca, yang sekaligus mempercepat perubahan pada ekosistem. Penelitian Holz ini diterbitkan dalam jurnal ‘Frontiers in Ecology and Evolution’ Januari tahun 2018. (M-3)
Baca juga : Partikel Polusi Udara Masuk Hingga Plasenta
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah strategis tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi secara menyeluruh.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Musim dingin yang terlalu hangat menyebabkan bunga gagal mekar sempurna dan merusak tradisi ribuan tahun.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Ilmuwan Smithsonian (STRI) melaporkan kegagalan fenomena upwelling di Teluk Panama pada 2025 akibat angin yang melemah. Ancaman serius bagi ekosistem dan nelayan.
PEMAHAMAN dan mitigasi perubahan iklim menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya risiko krisis lingkungan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved