Musim Kemarau Panjang, Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla di Riau

Atalya Puspa    
27/4/2026 08:26
Musim Kemarau Panjang, Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla di Riau
ilustrasi(Antara)

Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober. Diperparah El Nino pada level lemah hingga moderat, ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah-wilayah rentan seperti Riau dinilai jauh lebih serius dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kondisi itu menuntut antisipasi sejak dini, bukan respons setelah api sudah membesar. 

"Menurut BMKG, musim kemarau tahun ini diproyeksikan berlangsung cukup panjang, dari April hingga Oktober. Artinya, kita punya waktu yang panjang juga untuk menghadapi risiko karhutla. Ditambah dengan El Nino, ini harus kita antisipasi sejak awal," ujar Hanif.

Hanif memetakan empat indikator utama wilayah yang harus menjadi prioritas pengendalian, yakni daerah dengan ekosistem gambut luas, penurunan tinggi muka air tanah, riwayat kebakaran berulang, dan sebaran titik panas yang padat. Riau memenuhi seluruh indikator itu sekaligus.

"Daerah-daerah dengan gambut luas, muka air tanah yang turun, riwayat kebakaran berulang, dan hotspot tinggi harus menjadi prioritas. Di wilayah ini kita tidak boleh terlambat," tegasnya.

Sebagai langkah konkret, KLH/BPLH bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan pemantauan langsung ke daerah-daerah rawan sekaligus memastikan kesiapan seluruh unsur pengendalian. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Di tingkat daerah, konsolidasi lintas sektor terus diperkuat melalui peningkatan patroli di wilayah rawan dan kesiapan sarana prasarana personel di lapangan. KLH/BPLH juga mendorong perbaikan tata air dan pembasahan lahan gambut, serta pemanfaatan teknologi pemantauan titik panas yang terintegrasi dengan respons lapangan agar penanganan bisa dilakukan sebelum api berkembang lebih luas. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya