Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Penajam Paser Utara Kaltim

Ervan Masbanjar
26/4/2026 16:46
Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Penajam Paser Utara Kaltim
Pemadaman karhutla di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.(Dok. MI)

TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla dan mempersempit luas areal yang terbakar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  PPU, Nurlaila, di lokasi kejadian mengatakan, karhutla terjadi di RT. 08, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU sekitar pukul 12.00 Wita dan laporan diterima pihaknya pada pukul 12.09 Wita.

“Setelah menerima laporan tim gabungan terdiri dari personel BPBD PPU, Brigade Karlabun Distan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Pos Penajam, sejumlah personel Polres PPU, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman api,” sebutnya.

Beruntung ketika itu penanganan segera dilakukan, sehingga lahan yang terbakar hanya seluas lebih kurang 0,25 hektare merupakan lahan kosong sehingga material yang terbakar merupakan semak belukar dan gambut tipis.

“Hingga kini untuk penyebab dan kronologi masih dalam penyelidikan polisi, mengingatkan ketika kejadian sedang panas terik,” ucap Nurlaila.

Ia membeberkan, upaya yang dilakukan oleh tim gabungan usai laporan masuk, yakni pihaknya langsung berkoordinasi dengan semua unsur terkait dan menuju lokasi.

“Pemadaman kami lakukan secara manual dan penyemprotan menggunakan mobil tangki air milik BPBD , DPKP dan Distan PPU,” terangnya.

Dan, sekitar pukul 13.16 Wita, pemadaman berhasil dilaksanakan, dilakukan pendinginan agar tidak menyisakan bara api sehingga kebakaran tidak terjadi kembali.

Kondisi terkini, secara visual di lokasi karhutla di RT. 08 Kelurahan Sungai Parit  tersebut, sudah dinyatakan padam  dan tidak ada potensi muncul kembali titik api baru.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembukaan lahan atau pembersihan lahan atau perkebunan dengan cara membakar, karena berpotensi menjadi karhutla apalagi saat musim kering saat ini,” pungkas Nurlaila.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya