Investasi Sosial Rp13 Miliar Disiapkan untuk Perkuat Pendidikan Iklim di 222 Sekolah

Ihfa Firdausya
27/4/2026 21:26
Investasi Sosial Rp13 Miliar Disiapkan untuk Perkuat Pendidikan Iklim di 222 Sekolah
Ilustrasi(Dok Yayasan Bakti Barito)

PEMAHAMAN dan mitigasi perubahan iklim menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya risiko krisis lingkungan global. Pendidikan dinilai sebagai fondasi penting untuk membangun generasi yang tidak hanya sadar, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menghadapi dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Sekolah pun menjadi titik masuk strategis untuk membangun dukungan nyata terhadap pendidikan iklim di Indonesia.

Atas dasar itu, Kitabisa.org dan Yayasan Bakti Barito mengumumkan kolaborasi pembentukan dana abadi dengan target menghasilkan investasi sosial lebih dari Rp 13 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung dan memperluas program Green Guardians, sebuah program pendidikan iklim holistik yang diinisiasi oleh Bakti Barito.

Green Guardians dirancang untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim melalui kesadaran lingkungan. Upaya ini diperkuat melalui jangkauan digital Kitabisa.org dan metodologi terukur yang dikembangkan Bakti Barito.

Ketua Kitabisa, Alfatih Timur, menyatakan bahwa selama lima tahun ke depan pihaknya akan menggandakan jangkauan dana untuk implementasi program melalui skema pencocokan (matching) donasi publik dan reinvestasi strategis.

“Dengan memanfaatkan model Wakaf Produktif, kami memastikan setiap rupiah bekerja lebih keras. Struktur blended finance ini menciptakan ekosistem pendanaan berkelanjutan yang akan mendukung pendidikan iklim selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Dalam kemitraan ini, Bakti Barito akan melipatgandakan setiap donasi publik, sementara Kitabisa.org memberikan pendanaan tambahan. Skema blended finance ini disebut sebagai inovasi pertama dalam pendanaan pendidikan perubahan iklim bagi generasi penerus.

Direktur Bakti Barito, Dian A. Purbasari, mengatakan pihaknya telah mendukung Program Adiwiyata melalui Green Guardians karena program tersebut dinilai memberikan dampak nyata bagi sekolah dalam membangun kesadaran lingkungan.

“Kami bangga bermitra dalam pembentukan dana abadi ini yang merupakan inovasi blended financing pertama dalam pendidikan perubahan iklim bagi generasi penerus. Kami memandang Green Guardians sebagai upaya kolaboratif dan secara aktif mengundang perusahaan serta organisasi filantropi lainnya untuk bergabung guna menjangkau lebih banyak siswa di seluruh negeri,” ujarnya.

Program ini menargetkan pendampingan terhadap 222 sekolah menuju predikat Adiwiyata selama lima tahun ke depan. Struktur pendanaan dirancang untuk mengoptimalkan dampak serta menjamin keberlanjutan program di masa depan, dengan komposisi 70 persen dari anggaran tahunan dialokasikan langsung untuk implementasi program di sekolah, dan 30 persen disalurkan ke dana abadi Wakaf Produktif guna mendukung keberlanjutan Green Guardians dan pengembangan kader Adiwiyata di masa mendatang.

Terdapat tiga aktivitas utama dalam implementasi program. Pertama, peningkatan kapasitas guru dalam topik perubahan iklim serta konservasi energi, air, dan keanekaragaman hayati. Kedua, pendampingan yang disesuaikan bagi setiap sekolah untuk meraih Penghargaan Adiwiyata, termasuk memperkuat peran kader Adiwiyata sebagai agen perubahan lingkungan melalui praktik pengurangan plastik sekali pakai dan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Ketiga, dukungan sarana untuk mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, lestari, dan siap menghadapi perubahan iklim.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Tenaga Ahli Bidang Pembinaan Perilaku Peduli Lingkungan dan Pengembangan Komunitas Peduli Lingkungan Hidup, Dra Jo Kumala Dewi, menyatakan kolaborasi ini selaras dengan upaya kementerian dalam mempercepat pencapaian sekolah Adiwiyata dan membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh terhadap krisis iklim.

Melalui kemitraan publik-swasta yang inovatif ini, Kitabisa.org dan Yayasan Bakti Barito optimistis dapat menciptakan model blended finance yang dapat diperluas bagi filantropi, perusahaan, dan keterlibatan publik. Dengan membuka program Green Guardians bagi lebih banyak mitra, kolaborasi ini diharapkan memastikan semakin banyak siswa Indonesia siap secara akademis dan praktis dalam menghadapi krisis iklim global.

Kitabisa ORG berperan sebagai implementation arm dalam ekosistem penggalangan dana publik Kitabisa, memastikan dana masyarakat diwujudkan dalam program sosial yang terukur, berkelanjutan, dan akuntabel. Sementara Yayasan Bakti Barito, yang didirikan pada 2011 oleh Prajogo Pangestu dan Harlina Tjandinegara sebagai organisasi filantropi dari Barito Pacific Group, berfokus pada upaya mengatasi tantangan lingkungan dan pendidikan melalui inisiatif kolaboratif bersama mitra dan masyarakat.

Dengan target investasi sosial Rp13 miliar dan jangkauan 222 sekolah dalam lima tahun, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun dukungan jangka panjang bagi pendidikan perubahan iklim di sekolah-sekolah Indonesia. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya