BMKG Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Riau untuk Cegah Karhutla

Atalya Puspa    
21/4/2026 07:52
BMKG Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Riau untuk Cegah Karhutla
ilustrasi(Antara)

BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba. Hingga 18 April 2026, tim di lapangan telah menyelesaikan tujuh sortie penerbangan selama 13 jam 19 menit dengan total bahan semai yang ditabur mencapai 5.600 kilogram, difokuskan pada kawasan gambut yang paling rentan terbakar.

Operasi yang berlangsung 14-22 April 2026 ini melibatkan BMKG, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, TNI AU, dan Pemerintah Provinsi Riau. Seluruh aktivitas teknis berpusat di Posko OMC Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pentingnya langkah proaktif dalam mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui intervensi berbasis sains. Ia menyatakan, menyemai awan di masa peralihan musim jauh lebih efektif dibanding menunggu kemarau benar-benar tiba.

"Pelaksanaan OMC ini adalah momentum strategis. Berdasarkan data klimatologi, menyemai awan di masa transisi jauh lebih efektif. Kami berupaya menjaga kelembapan lahan di wilayah-wilayah rawan agar potensi titik panas dapat ditekan secara signifikan," ujar Faisal, Selasa (21/4). 

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan pelaksanaan OMC pada masa peralihan musim merupakan langkah krusial. Pasalnya, OMC di masa perlaihan musim dapat memaksimalkan ketersediaan awan.

"Jika OMC baru dilakukan saat musim kemarau, keberadaan awan akan sulit ditemukan sehingga efektivitasnya menurun. Memanfaatkan masa peralihan untuk pembasahan lahan gambut adalah pendekatan yang sangat strategis untuk mengendalikan karhutla secara permanen," kata Budi.

Riau sendiri telah berstatus siaga darurat karhutla sejak 2 Februari hingga 30 November 2026 berdasarkan Keputusan Gubernur Riau Nomor KTPS 102/11/2026. Sebelum operasi Kemenhut ini, BNPB sudah lebih dahulu menjalankan tiga tahap OMC di provinsi itu sejak status siaga ditetapkan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Thomas Nifinluri mengatakan keterlibatan Kemenhut merupakan bentuk kontribusi nyata sebagai salah satu entitas pengendalian bencana.

"Kementerian Kehutanan turut berkontribusi nyata dalam OMC selama sembilan hari ke depan untuk meningkatkan kelembaban lahan melalui pembasahan serta pengisian embung dan cadangan air lainnya," ujar Thomas.

Dukungan penuh juga datang dari TNI AU melalui Lanud Roesmin Nurjadin. Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin Andrie Setiawan menegaskan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana ini.

"Kami mendukung penuh pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca dalam rangka pengendalian karhutla di Riau. Sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan," kata Andrie.
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya