Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN kebakaran hutan dan lahan di Riau kembali menguat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 310 titik panas tersebar di wilayah Riau, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Bengkalis.
Data BMKG hingga Sabtu, 4 April 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan Bengkalis menjadi daerah paling dominan dengan 273 titik panas. Sementara sisanya terpantau di Pelalawan sebanyak 15 titik, Dumai sembilan titik, Indragiri Hulu tiga titik, Indragiri Hilir dua titik, serta masing-masing satu titik di Kepulauan Meranti dan Pekanbaru.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P, menyebut jumlah titik panas di Riau menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatra. Secara keseluruhan, BMKG mencatat 405 titik panas di Sumatera.
Selain Riau, sebaran titik panas juga terpantau di Sumatera Selatan 30 titik, Kepulauan Bangka Belitung 24 titik, Jambi 21 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Aceh dan Sumatra Utara masing-masing dua titik, serta Bengkulu dan Lampung masing-masing satu titik.
Di lapangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau melaporkan bahwa sebagian titik panas tersebut telah berkembang menjadi titik api, terutama di Bengkalis dan Pelalawan.
Di Pelalawan, kebakaran terpantau berada di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Meski api mulai memasuki tahap pendinginan, asap masih terlihat di lokasi.
Sementara itu di Bengkalis, kondisi dinilai lebih serius. Titik api dilaporkan muncul di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, lalu di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, serta di Desa Sekodi dan Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis.
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, mengatakan sejumlah lokasi di Bengkalis masih menunjukkan keberadaan api aktif disertai asap tebal.
Petugas kini terus berpacu menekan penyebaran kebakaran melalui pemadaman darat, dukungan water bombing, pengerahan alat berat untuk pembuatan sekat bakar dan embung, hingga pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Lonjakan titik panas ini menjadi sinyal serius bahwa kewaspadaan terhadap karhutla di Riau harus terus diperketat, terutama di wilayah pesisir dan lahan gambut yang rawan terbakar saat cuaca kering. (Ant/Z-10)
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Data yang diperoleh Media Indonesia dari KPH Lawu selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan, kebakaran hutan selalu muncul ketika kemarau menggantang lingkungan hutan.
Dana hasil penegakan hukum tersebut, lanjut Lukita, dikembalikan untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan yang rusak akibat kebakaran.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Sebanyak dua pesawat melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di provinsi Riau. Kegiatan untuk membuat hujan buatan tersebut dilaksanakan oleh BNPB.
Karang Taruna berperan penting dalam mendukung program-program strategis pemerintah pusat, termasuk visi pembangunan nasional.
Pengungkapan kasus ini bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, melainkan bagian penting dari upaya menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan
SEORANG siswa berinsial MA,15, meninggal dunia akibat insiden ledakan senjata api di SMP swasta di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (8/4). Korban sebelumnya mencoba menggunakan senjata api
Dukungan mayoritas dari 12 kabupaten/kota mengantarkan Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul, sebagai calon tunggal Ketua Karang Taruna Provinsi Riau
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved