Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA dan Tiongkok perlu mendiskusikan pertukaran data dan rencana misi saat kedua pihak bergerak untuk membangun kehadiran berkelanjutan di bulan, menurut Administrator NASA.
Kepala NASA, Bill Nelson, bertemu dengan pers pada Kongres Astronautika Internasional (IAC) ke-75, Selasa (15/10), menjawab pertanyaan terkait program Artemis dari NASA.
Baik NASA dengan program Artemis-nya maupun Tiongkok dengan Stasiun Penelitian Bulan Internasional (ILRS) bekerja untuk membawa astronot ke bulan dan membangun infrastruktur bulan guna mendukung misi jangka panjang yang berulang.
Tiongkok dan NASA berencana melakukan pendaratan di kutub selatan bulan, di mana kawah yang terus berada dalam bayangan diyakini menyimpan banyak es air. Sumber daya berharga ini dapat digunakan untuk membuat bahan bakar roket atau memberikan dukungan kehidupan bagi para astronot.
Saat ditanya Space.com apakah Amerika Serikat dan Tiongkok telah berdiskusi tentang eksplorasi kutub selatan bulan, Nelson menjawab, "Jawabannya tidak."
"Kami telah melakukan percakapan mengenai penghindaran konflik orbit di sekitar Mars, dan itu dilakukan beberapa tahun lalu," tambah Nelson, mengacu pada kedatangan pengorbit Tianwen 1 milik Tiongkok di Planet Merah, bersama dengan misi dari NASA, Badan Antariksa Eropa (ESA), dan lainnya. Ia mengharapkan pertukaran serupa terkait misi bulan akan dilakukan di masa mendatang.
"Saya berasumsi bahwa akan ada beberapa percakapan mengenai penghindaran konflik orbit di sekitar bulan, tetapi hal itu belum terjadi sejauh ini. Terkait kutub selatan bulan, itu masih harus ditentukan," kata Nelson.
Tiongkok, NASA, dan ESA juga berencana membangun infrastruktur navigasi dan komunikasi bulan di orbit di sekitar bulan. Koordinasi orbit masing-masing akan diperlukan untuk mengurangi kemungkinan tabrakan tak disengaja.
Dalam kasus darurat di permukaan bulan dan kemungkinan salah satu pihak membantu yang lain, Nelson mengutip Perjanjian Artemis.
"Tujuan dari Perjanjian Artemis adalah eksplorasi ruang angkasa yang damai dan membantu satu sama lain dalam situasi kebutuhan," ujarnya.
Namun, tantangan di sini adalah, sementara mitra Perjanjian Artemis kemungkinan akan mengikuti standar dan antarmuka peralatan yang disepakati bersama, standar dan antarmuka dari Tiongkok dan mitranya akan berbeda, menimbulkan tantangan teknologi jika salah satu pihak ingin membantu yang lain.
Sementara itu, terkait Artemis, Nelson menyatakan bahwa uji penerbangan Starship yang sukses oleh SpaceX, Minggu (13/10) — yang mencakup penangkapan dramatis dari tahap pertama roket besar oleh menara peluncuran — merupakan dorongan bagi jadwal Artemis 3. Misi tersebut saat ini ditargetkan untuk diluncurkan pada September 2026, meskipun kemungkinan besar akan mengalami penundaan, menurut laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS pada Desember 2023. (NASA memilih Starship sebagai pendarat bulan berawak pertama untuk program Artemis.)
"Saya pikir Anda melihat hasil dari uji coba SpaceX dan roket besarnya pada hari Minggu bahwa mereka berjalan dengan sangat baik, dan tentu saja, itu akan menentukan, pada akhirnya, waktu untuk pendaratan Artemis 3," kata Nelson. "Dan sebagaimana uji coba hari Minggu, itu tepat sasaran."
Artemis 3 bertujuan untuk mendaratkan manusia di bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, termasuk wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama yang berjalan di permukaan bulan. Tiongkok juga berencana untuk menempatkan astronot di bulan sebelum tahun 2030. (Space/Z-3)
Menurut Menbud RI, tahun lalu, Indonesia memproduksi sekitar 250 film dengan penonton lebih dari 80 juta. “Film kita punya potensi besar untuk go international “ ujarnya.
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
National Gallery Singapore menghadirkan pameran retrospektif pertama He Xiangning di Asia Tenggara, menampilkan 50 karya seni tinta legendaris.
Pakar ITB Yannes Martinus Pasaribu ungkap alasan mobil Tiongkok ungguli merek Jepang di pasar Indonesia, mulai dari fitur melimpah hingga insentif EV.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di wilayah tengah dan barat daya Tiongkok, direncanakan menjadi lokasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Ilmuwan Tiongkok temukan dua mineral baru di Bulan, Magnesiochangesite-(Y) dan Changesite-(Ce), dari sampel Chang'e-5. Total mineral Bulan kini jadi 8.
Terungkap alasan ilmiah mengapa manusia hanya melihat satu sisi Bulan. Simak fenomena tidal locking dan fakta misi Artemis II terbaru.
Kenapa bulan bisa terlihat berbeda di tiap negara? Ternyata bukan berubah bentuk. Ini penjelasan ilmiah soal orientasi bulan yang sering bikin bingung.
Menurut para astronom, perbedaan ini terjadi karena faktor perspektif. Posisi pengamat di Bumi terutama perbedaan garis lintang membuat orientasi Bulan terlihat berbeda
Tampilan bulan ternyata bisa berbeda di tiap negara. Faktor lintang dan perspektif pengamat membuat bulan tampak terbalik, berputar, atau beda fase.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved