Mengapa Wajah Bulan Selalu Sama dari Bumi? Ini Alasan Ilmiahnya

Nadhira Izzati A
25/4/2026 16:43
Mengapa Wajah Bulan Selalu Sama dari Bumi? Ini Alasan Ilmiahnya
Perbandingan sisi dekat dan sisi jauh Bulan.(Dok. NASA)

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa wajah Bulan yang kita lihat malam ini selalu sama dengan yang dilihat nenek moyang kita ribuan tahun lalu? Meski Bulan terus berputar pada porosnya, bagian yang sering disebut sebagai "sisi jauh" tetap menjadi misteri yang tersembunyi dari pandangan mata manusia di Bumi.

Rahasia di balik tampilan konsisten ini terletak pada sinkronisasi gerak yang presisi. NASA menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena periode orbit Bulan sama persis dengan waktu rotasinya pada porosnya sendiri. Sederhananya, Bulan berputar dengan kecepatan yang sama dengan perjalanannya mengelilingi Bumi.

Gravitasi Bumi sebagai "Rem" Kosmik

Keselarasan ini bukan terjadi secara instan, melainkan hasil kerja keras gravitasi Bumi selama miliaran tahun. Pasca terbentuk dari tabrakan asteroid raksasa, Bulan awalnya berputar sangat cepat dengan durasi orbit hanya 10 jam.

Namun, gravitasi Bumi yang kuat menarik dan mengubah bentuk Bulan menjadi sedikit oval. Tarikan ini bekerja layaknya rem; memperlambat putaran Bulan hingga mencapai titik keseimbangan sempurna. Fenomena yang dikenal sebagai tidal locking (penguncian pasang surut) ini memastikan satu sisi Bulan selamanya terkunci menghadap Bumi.

Berkat fenomena "librasi" atau goyangan akibat orbit elips, manusia sebenarnya bisa melihat hingga 59% permukaan Bulan, bukan hanya separuh bagian saja.

Misi Artemis II dan Penampakan Sisi Jauh

Sisi jauh Bulan yang misterius pertama kali diabadikan oleh wahana Soviet, Luna 3, pada tahun 1959. Namun, sejarah baru saja tercipta pada 6 April 2026 lalu melalui misi Artemis II.

Para astronot dalam misi tersebut menjadi manusia pertama yang berhasil menyaksikan bagian-bagian tertentu dari permukaan sisi jauh Bulan dengan mata telanjang. Penemuan ini semakin mempertegas kemajuan teknologi manusia dalam memetakan wilayah yang selama ini dianggap sebagai "sisi gelap" yang tak terjangkau.

Fenomena serupa ternyata tidak hanya terjadi pada Bulan kita, tetapi juga dialami oleh sebagian besar satelit alami di tata surya akibat dominasi gravitasi planet induk mereka. (The Hill, Britannica, Science Focus/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya