Misi Artemis II: NASA Rilis Foto Sisi Lain Bulan, Cekungan Raksasa Akhirnya Terlihat Utuh

Intan Safitri
09/4/2026 13:13
Misi Artemis II: NASA Rilis Foto Sisi Lain Bulan, Cekungan Raksasa Akhirnya Terlihat Utuh
Foto bulan terbaru dari Misi Artemis II NASA.(Dok. NASA)

BULAN memang selalu memperlihatkan satu wajah yang sama ke Bumi. Sisi lainnya, yang dikenal sebagai far side, selama ini hanya bisa dipetakan lewat satelit dan wahana tanpa awak. Situasi itu berubah ketika NASA merilis foto terbaru dari misi Artemis II.

Foto tersebut diambil langsung oleh kru saat melakukan flyby mengelilingi Bulan pada awal April 2026. Untuk pertama kalinya, manusia tidak hanya mengandalkan data, tapi benar-benar melihat langsung sisi jauh Bulan dengan perspektif utuh.

Cekungan Raksasa Jadi Sorotan

Salah satu objek paling mencolok dalam foto itu adalah Orientale Basin. Ini adalah cekungan raksasa hasil tumbukan asteroid miliaran tahun lalu.

Selama ini, Orientale Basin hanya terlihat sebagian dari Bumi. Kini, seluruh struktur lingkarannya tampak jelas. Bentuknya seperti cincin konsentris raksasa, menandai dampak besar yang membentuk permukaan Bulan di masa awal tata surya.

Bagi ilmuwan, ini bukan sekadar visual menarik. Tampilan utuh seperti ini membantu memahami pola tumbukan dan evolusi geologi Bulan dengan lebih akurat.

Detail Permukaan yang Lebih Hidup

Selain Orientale, foto juga menangkap area lain seperti Hertzsprung Basin dan Vavilov Crater. Struktur kawah, tebing, hingga lapisan permukaan terlihat jauh lebih kontras.

Efek ini muncul karena pencahayaan Matahari dari sudut rendah. Bayangan panjang di garis terminator—batas siang dan malam di Bulan—membuat tekstur permukaan terlihat lebih dramatis dan detail.

Hasilnya, permukaan Bulan yang biasanya tampak datar di foto satelit kini terlihat lebih “hidup” dan kompleks.

Kenapa Ini Penting untuk Misi Selanjutnya

Pengamatan langsung dari manusia memberi nilai tambah yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh robot. Kru Artemis II tidak hanya mengambil gambar, tapi juga memberikan deskripsi visual secara real-time.

Data ini penting untuk, menyempurnakan peta geologi Bulan, membantu menentukan lokasi potensial pendaratan, mengidentifikasi struktur baru yang belum terdokumentasi

Bahkan, kru dilaporkan sempat mengamati kawah baru yang berpotensi masuk dalam penamaan resmi di masa depan.

Lebih dari Sekadar Foto

Rilis ini menandai langkah besar dalam eksplorasi Bulan. Bukan hanya karena kualitas gambarnya, tapi karena cara manusia kembali terlibat langsung dalam observasi luar angkasa.

Dengan misi Artemis II yang terus berlanjut, sisi Bulan yang dulu dianggap gelap kini mulai terbuka bukan lagi sebagai misteri, tapi sebagai wilayah yang siap dipelajari lebih dalam.

(NASA/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya