Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN memang selalu memperlihatkan satu wajah yang sama ke Bumi. Sisi lainnya, yang dikenal sebagai far side, selama ini hanya bisa dipetakan lewat satelit dan wahana tanpa awak. Situasi itu berubah ketika NASA merilis foto terbaru dari misi Artemis II.
Foto tersebut diambil langsung oleh kru saat melakukan flyby mengelilingi Bulan pada awal April 2026. Untuk pertama kalinya, manusia tidak hanya mengandalkan data, tapi benar-benar melihat langsung sisi jauh Bulan dengan perspektif utuh.
Salah satu objek paling mencolok dalam foto itu adalah Orientale Basin. Ini adalah cekungan raksasa hasil tumbukan asteroid miliaran tahun lalu.
Selama ini, Orientale Basin hanya terlihat sebagian dari Bumi. Kini, seluruh struktur lingkarannya tampak jelas. Bentuknya seperti cincin konsentris raksasa, menandai dampak besar yang membentuk permukaan Bulan di masa awal tata surya.
Bagi ilmuwan, ini bukan sekadar visual menarik. Tampilan utuh seperti ini membantu memahami pola tumbukan dan evolusi geologi Bulan dengan lebih akurat.
Selain Orientale, foto juga menangkap area lain seperti Hertzsprung Basin dan Vavilov Crater. Struktur kawah, tebing, hingga lapisan permukaan terlihat jauh lebih kontras.
Efek ini muncul karena pencahayaan Matahari dari sudut rendah. Bayangan panjang di garis terminator—batas siang dan malam di Bulan—membuat tekstur permukaan terlihat lebih dramatis dan detail.
Hasilnya, permukaan Bulan yang biasanya tampak datar di foto satelit kini terlihat lebih “hidup” dan kompleks.
Pengamatan langsung dari manusia memberi nilai tambah yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh robot. Kru Artemis II tidak hanya mengambil gambar, tapi juga memberikan deskripsi visual secara real-time.
Data ini penting untuk, menyempurnakan peta geologi Bulan, membantu menentukan lokasi potensial pendaratan, mengidentifikasi struktur baru yang belum terdokumentasi
Bahkan, kru dilaporkan sempat mengamati kawah baru yang berpotensi masuk dalam penamaan resmi di masa depan.
Rilis ini menandai langkah besar dalam eksplorasi Bulan. Bukan hanya karena kualitas gambarnya, tapi karena cara manusia kembali terlibat langsung dalam observasi luar angkasa.
Dengan misi Artemis II yang terus berlanjut, sisi Bulan yang dulu dianggap gelap kini mulai terbuka bukan lagi sebagai misteri, tapi sebagai wilayah yang siap dipelajari lebih dalam.
(NASA/H-3)
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
Ilmuwan Tiongkok temukan dua mineral baru di Bulan, Magnesiochangesite-(Y) dan Changesite-(Ce), dari sampel Chang'e-5. Total mineral Bulan kini jadi 8.
Terungkap alasan ilmiah mengapa manusia hanya melihat satu sisi Bulan. Simak fenomena tidal locking dan fakta misi Artemis II terbaru.
Kenapa bulan bisa terlihat berbeda di tiap negara? Ternyata bukan berubah bentuk. Ini penjelasan ilmiah soal orientasi bulan yang sering bikin bingung.
Menurut para astronom, perbedaan ini terjadi karena faktor perspektif. Posisi pengamat di Bumi terutama perbedaan garis lintang membuat orientasi Bulan terlihat berbeda
Tampilan bulan ternyata bisa berbeda di tiap negara. Faktor lintang dan perspektif pengamat membuat bulan tampak terbalik, berputar, atau beda fase.
Ilmuwan memprediksi pembentukan superbenua Pangea Ultima dalam 250 juta tahun ke depan akan memicu suhu ekstrem hingga 50°C dan mengancam kepunahan mamalia.
Misi Artemis II milik NASA mencatat sejarah baru dalam eksplorasi antariksa setelah para astronautnya berhasil menempuh jarak terjauh dari Bumi
Astronaut Artemis II terpukau melihat Bumi dari luar angkasa hingga menunda makan. Foto NASA ungkap keindahan planet biru dari kapsul Orion.
Empat astronot dalam misi Artemis II membagikan potret bumi dari luar angkasa yang langsung menarik perhatian publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved