Guncang Dunia Sains, Tiongkok Identifikasi 2 Mineral Langka di Sampel Tanah Bulan

Intan Safitri
25/4/2026 17:17
Guncang Dunia Sains, Tiongkok Identifikasi 2 Mineral Langka di Sampel Tanah Bulan
Struktur kristal ideal dari magnesiochangesite-(Y).(Dok: Xinhua)

Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA) resmi mengumumkan penemuan dua mineral baru, Magnesiochangesite-(Y) dan Changesite-(Ce), dari sampel bulan misi Chang’e-5 pada Jumat (24/4). Temuan ini mengukuhkan posisi Tiongkok dalam riset antariksa global dengan total delapan mineral bulan yang kini berhasil diidentifikasi manusia.

Penemuan monumental ini dipublikasikan dalam upacara pembukaan Space Day of China 2026 di Chengdu. Kedua mineral tersebut telah mendapatkan validasi resmi dari Komisi Mineral Baru, Tata Nama, dan Klasifikasi Asosiasi Mineralogi Internasional (IMA).

Identitas dan Karakteristik Mineral

Magnesiochangesite-(Y) dan Changesite-(Ce) diklasifikasikan sebagai fosfat tanah jarang (rare-earth phosphate). Para peneliti mengungkapkan bahwa kedua mineral ini memiliki struktur kristal unik yang tidak ditemukan secara alami di Bumi.

Secara teknis, Magnesiochangesite-(Y) ditemukan oleh tim Beijing Research Institute of Uranium Geology (BRIUG). Mineral ini berbentuk kristal kolom mikroskopis dengan ukuran berkisar antara 2 hingga 30 mikrometer yang tersemat di dalam fragmen basal bulan.

Analisis Sampel Chang’e-5

Data ini merupakan hasil ekstraksi dari 1.731 gram sampel tanah Bulan yang dibawa pulang oleh misi Chang’e-5 pada Desember 2020. Ini merupakan mineral bulan kedua dan ketiga yang ditemukan ilmuwan Tiongkok, menyusul kesuksesan identifikasi Changesite-(Y) pada tahun 2022 lalu.

"Penemuan ini secara signifikan mengubah pemahaman ilmuwan mengenai evolusi magmatik Bulan. Perbedaan komposisi dengan sampel misi Apollo menunjukkan adanya variasi geologi yang kompleks di permukaan Bulan," tulis laporan resmi CNSA.

Dampak Geopolitik dan Sains

Keberadaan elemen tanah jarang (rare-earth elements) dalam mineral baru ini membuka peluang riset sumber daya masa depan di Bulan. Selain itu, temuan ini memberikan petunjuk krusial mengenai kondisi tekanan dan temperatur ekstrem saat proses pembentukan Bulan miliaran tahun silam.

Dengan pencapaian ini, Tiongkok mempertegas statusnya sebagai negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet yang berhasil mengidentifikasi mineral baru langsung dari sampel permukaan Bulan. Hingga saat ini, total mineral unik yang ditemukan di satelit alami Bumi tersebut berjumlah delapan jenis. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya