Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Bulan sering menjadi objek langit yang menarik untuk diamati, baik saat purnama maupun ketika dilihat melalui teleskop. Namun, apakah penampakannya sama dari setiap tempat di Bumi? Jawabannya: tidak.
Menurut para astronom, perbedaan ini terjadi karena faktor perspektif. Posisi pengamat di Bumi terutama perbedaan garis lintang membuat orientasi Bulan terlihat berbeda di tiap wilayah.
Sebagai contoh, kawah Tycho yang terkenal bisa terlihat di bagian bawah permukaan Bulan jika diamati dari Kutub Utara, tetapi akan tampak berada di bagian atas jika dilihat dari Kutub Selatan. Di wilayah lain, perbedaan ini tetap ada meski tidak terlalu ekstrem. Bahkan, orientasi Bulan di Selandia Baru bisa tampak hampir terbalik dibandingkan dengan yang terlihat di Amerika Serikat.
Meski begitu, seluruh wilayah di Bumi pada dasarnya melihat sisi Bulan yang sama. Hal ini disebabkan oleh fenomena rotasi sinkron, yaitu ketika Bulan berotasi pada porosnya dalam waktu yang sama dengan orbitnya mengelilingi Bumi. Namun, sedikit “goyangan” atau librasi membuat sebagian kecil sisi lainnya sesekali terlihat.
Perbedaan juga tampak pada fase Bulan. Di Belahan Bumi Utara, Bulan tampak “bertambah” dari kanan ke kiri, sementara di Belahan Bumi Selatan justru sebaliknya. Di wilayah khatulistiwa, bentuk bulan sabit bahkan sering terlihat seperti perahu karena orientasinya lebih vertikal.
Selain itu, posisi Bulan juga bisa tampak “berputar” sepanjang malam. Di daerah sekitar khatulistiwa, fenomena ini paling jelas terlihat, di mana Bulan seolah berputar hingga 180 derajat dari saat terbit hingga terbenam. Sebenarnya, ini bukan karena Bulan yang bergerak, melainkan karena pengamat harus mengubah posisi tubuh untuk mengikuti jalurnya di langit.
Kesimpulannya, meskipun Bulan yang kita lihat adalah objek yang sama, tampilannya bisa berbeda tergantung dari mana kita mengamatinya. Perbedaan perspektif inilah yang membuat pengalaman melihat Bulan menjadi unik di setiap tempat di Bumi.
Sumber: LiveScience
Nebula Trifid atau M20 adalah objek langit unik yang terbagi tiga bagian. Terletak 5.000 tahun cahaya dari Bumi, nebula ini menjadi tempat lahirnya bintang baru.
Suhu permukaannya diperkirakan mencapai 1.900 derajat Celsius, yang cukup panas untuk melelehkan batuan menjadi lautan magma global yang membentang hingga ribuan kilometer
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Tim peneliti menemukan bahwa bintang yang tampak memiliki aktivitas magnetik rendah justru sering kali menjadi rumah bagi planet-planet yang mengorbit sangat dekat.
NASA ungkap tantangan teknis di balik terbatasnya jadwal peluncuran Artemis 2. Simak mengapa misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun ini sangat bergantung pada mekanika orbital dan cuaca.
Ilmuwan memprediksi pembentukan superbenua Pangea Ultima dalam 250 juta tahun ke depan akan memicu suhu ekstrem hingga 50°C dan mengancam kepunahan mamalia.
NASA merilis foto terbaru dari misi Artemis II, memperlihatkan sisi lain Bulan yang selama ini selalu hanya memperlihatkan satu wajah yang sama ke Bumi.
Misi Artemis II milik NASA mencatat sejarah baru dalam eksplorasi antariksa setelah para astronautnya berhasil menempuh jarak terjauh dari Bumi
Astronaut Artemis II terpukau melihat Bumi dari luar angkasa hingga menunda makan. Foto NASA ungkap keindahan planet biru dari kapsul Orion.
Empat astronot dalam misi Artemis II membagikan potret bumi dari luar angkasa yang langsung menarik perhatian publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved