Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NEBULA Trifid atau M20, objek langit ikonik yang terletak di rasi Sagittarius, terus memikat perhatian astronom karena strukturnya yang unik dan terbagi menjadi tiga bagian oleh jalur debu gelap.
Berjarak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi, nebula ini merupakan kawasan aktif pembentukan bintang baru yang menjadi laboratorium alami bagi ilmuwan.
Trifid Nebula, yang secara resmi dikatalogkan sebagai M20, pertama kali ditemukan oleh Charles Messier pada tahun 1764. Nama "Trifid" sendiri merujuk pada tampilan visualnya yang seolah terbelah menjadi tiga bagian.
Keunikan ini menjadikannya salah satu objek paling populer bagi pengamat langit, baik profesional maupun amatir.
Secara visual, nebula ini menampilkan perpaduan warna yang kontras dan memukau. Warna merah yang dominan berasal dari emisi gas hidrogen, sementara warna biru dihasilkan oleh pantulan cahaya bintang (refleksi) pada debu di sekitarnya. Kombinasi ini menciptakan pemandangan kosmik yang sangat fotogenik.
Fakta Nebula Trifid:
Lebih dari sekadar objek visual yang indah, Nebula Trifid adalah kawasan pembentukan bintang yang sangat aktif. Di dalam awan gas dan debu kosmik yang masif, terjadi proses pemadatan materi yang memicu lahirnya bintang-bintang baru. Fenomena ini memberikan gambaran nyata bagi para peneliti mengenai siklus hidup bintang dan evolusi alam semesta.
Pengamatan mendalam juga pernah dilakukan oleh Hubble Space Telescope. Salah satu fakta menarik dari citra Hubble adalah adanya pola "tangga" atau bagian hitam yang sempat muncul pada foto-foto lama. Hal ini disebabkan oleh desain kamera awal Hubble yang menggunakan empat detektor dengan resolusi berbeda, sehingga menghasilkan celah saat gambar digabungkan.
Bagi para pecinta astronomi di Bumi, waktu terbaik untuk mengamati Nebula Trifid adalah sekitar bulan Agustus. Pada saat itu, rasi Sagittarius berada pada posisi tinggi di langit malam. Meskipun memiliki magnitudo 6,3 yang membuatnya sulit dilihat dengan mata telanjang di area berpolusi cahaya, penggunaan teropong atau teleskop kecil sudah cukup untuk menangkap detail strukturnya di lokasi yang gelap.
Keberadaan Nebula Trifid menjadi pengingat bahwa alam semesta adalah tempat yang dinamis, di mana proses penciptaan benda langit terus berlangsung hingga saat ini. (NASA/Z-10)
Penelitian terbaru mengungkap batas antara planet raksasa dan bintang kerdil cokelat ternyata sangat kabur. Simak temuan baru para astronom UCLA ini.
Pada Kamis, 22 Februari 2025, langit sebelum fajar akan mempersembahkan momen langka dan memesona: konjungsi Venus dan Mars.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved