Misi Artemis II Ukir Sejarah Baru, Lampaui Rekor Apollo 13

Abi Rama
07/4/2026 20:48
Misi Artemis II Ukir Sejarah Baru, Lampaui Rekor Apollo 13
Pesawat ruang angkasa Orion selama injeksi trans-lunar, untuk membawa misi Artemis ke bulan.(Dok. Space)

MISI Artemis II milik NASA mencatat sejarah baru dalam eksplorasi antariksa setelah para astronautnya berhasil menempuh jarak terjauh dari Bumi yang pernah dicapai manusia.

Empat awak misi ini, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen melampaui rekor sebelumnya yang dipegang kru Apollo 13 sejak 15 April 1970. Rekor lama sejauh 248.655 mil (400.171 kilometer) terpecahkan pada Senin (6/4) kemarin pukul 13.57 EDT (17.57 GMT), saat kapsul Orion mulai mengitari sisi jauh bulan.

NASA menyebutkan, Artemis II bahkan mencapai jarak maksimum sekitar 252.760 mil (406.778 kilometer) dari Bumi pada hari yang sama, menjadikannya perjalanan manusia terjauh dalam sejarah.

Pesan Haru dari Astronaut Apollo

Momen bersejarah ini juga diwarnai pesan emosional dari mantan astronaut Apollo 13, Jim Lovell, yang direkam sebelum wafat pada Agustus tahun lalu. Dalam pesannya, Lovell menyambut kru Artemis II ke “lingkungan lamanya” dan menyampaikan kebanggaannya atas tongkat estafet eksplorasi antariksa yang kini diteruskan generasi baru.

“Halo, Artemis 2, ini astronot Apollo Jim Lovell. Selamat datang di lingkungan lamaku,” ujar Lovell dalam pesan yang dikirim ke kapsul Orion.

 Ia juga mengingatkan para astronaut untuk menikmati pemandangan luar angkasa di tengah misi penting mereka.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penghormatan terhadap tradisi Apollo 8, ketika para astronaut membacakan ayat Kitab Kejadian pada malam Natal dan menutupnya dengan doa bagi seluruh umat manusia di Bumi.

Komandan Artemis II, Reid Wiseman, menyebut pesan Lovell sebagai sesuatu yang luar biasa dan berkesan. Ia mengatakan momen tersebut membuat hari bersejarah itu terasa semakin istimewa.

Setelah rekor terpecahkan, astronaut Jeremy Hansen turut menyampaikan pesan reflektif dari dalam kapsul Orion.

Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan prestasi para pendahulu dalam eksplorasi antariksa. Hansen juga menantang generasi saat ini dan mendatang untuk melampaui rekor tersebut, agar kemajuan eksplorasi ruang angkasa terus berlanjut.

Misi Artemis II Berjalan Sesuai Rencana

Jika Apollo 13 mencetak rekor secara tidak sengaja akibat insiden ledakan tangki oksigen yang memaksa perubahan misi, Artemis II justru berjalan sesuai rencana.

Misi ini dirancang sebagai uji coba untuk memastikan kapsul Orion mampu menopang kehidupan astronaut dalam perjalanan jauh di luar orbit rendah Bumi. Manuver mengelilingi bulan juga berfungsi sebagai dorongan gravitasi untuk mengarahkan kapsul kembali ke Bumi.

Orion dijadwalkan kembali dan mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada 10 April.

Artemis II merupakan misi berawak pertama dalam program Artemis dan penerbangan manusia pertama yang melampaui orbit rendah Bumi sejak Apollo 17 pada 1972. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, NASA menargetkan pendaratan manusia di bulan melalui misi Artemis 4 pada akhir 2028, setelah Artemis 3 menguji teknologi docking di orbit rendah Bumi.

Misi lanjutan diharapkan dapat membangun pangkalan permanen di dekat kutub selatan bulan pada awal 2030-an, sekaligus menjadi pijakan menuju misi manusia ke Mars.

Rekor Lain

Selain memecahkan rekor jarak, Artemis II juga mencatat sejumlah tonggak penting dalam sejarah eksplorasi antariksa.

Victor Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang melakukan perjalanan melampaui orbit rendah Bumi. Sementara itu, Christina Koch menjadi perempuan pertama, dan Jeremy Hansen menjadi warga non-Amerika pertama yang mencapai pencapaian serupa. (Space/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya