Jalan ke Mars Terbuka Lagi, NASA dan ESA Perkuat Kolaborasi

N Apuan Iskandar
28/4/2026 13:22
Jalan ke Mars Terbuka Lagi, NASA dan ESA Perkuat Kolaborasi
Ilustrasi(freepik)

UPAYA eksplorasi Mars oleh Eropa kembali mendapatkan momentum setelah NASA menyatakan dukungan terhadap kelanjutan misi rover milik European Space Agency yang sempat tertunda selama beberapa tahun. Keputusan ini membuka kembali peluang peluncuran misi dalam jendela waktu berikutnya.

Misi yang dimaksud adalah ExoMars Rosalind Franklin rover, bagian dari program ExoMars yang bertujuan mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu di Mars. Rover ini awalnya dijadwalkan meluncur pada 2022 melalui kerja sama dengan badan antariksa Rusia, namun rencana tersebut dihentikan akibat perubahan situasi geopolitik global.

Setelah penundaan, ESA harus mencari mitra baru untuk menggantikan peran sebelumnya, terutama dalam penyediaan sistem peluncuran dan pendaratan. Dukungan dari NASA kini mencakup kontribusi teknis penting, termasuk komponen sistem pendaratan serta sumber energi berbasis radioisotop yang memungkinkan rover tetap beroperasi dalam kondisi ekstrem di permukaan Mars.

Menurut ESA, peluncuran misi ini diperkirakan dapat dilakukan pada 2028, dengan target pendaratan pada awal dekade 2030-an. Jadwal tersebut disesuaikan dengan jendela peluncuran optimal yang terjadi setiap sekitar 26 bulan, saat posisi Bumi dan Mars berada pada konfigurasi yang memungkinkan perjalanan lebih efisien.

ExoMars Rosalind Franklin rover dirancang dengan kemampuan pengeboran hingga kedalaman dua meter di bawah permukaan Mars. Kedalaman ini dinilai penting untuk mencari molekul organik yang mungkin terlindungi dari radiasi, sehingga berpotensi menyimpan jejak kehidupan mikroba purba.

Keterlibatan NASA menjadi faktor krusial mengingat pengalaman panjang lembaga tersebut dalam misi Mars, termasuk melalui Mars Science Laboratory dan Mars 2020 Perseverance. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan peluang keberhasilan misi yang sebelumnya menghadapi berbagai tantangan teknis.

Selain aspek ilmiah, kerja sama ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi internasional dalam eksplorasi luar angkasa. Kompleksitas teknologi dan besarnya biaya membuat kemitraan antar lembaga menjadi kunci dalam mewujudkan misi ambisius seperti eksplorasi Mars.

Kembalinya dukungan NASA menandai babak baru bagi ambisi Eropa di Mars. Setelah sempat terhenti, kini jalan menuju peluncuran kembali terbuka, membawa harapan baru untuk mengungkap misteri kehidupan di planet tetangga Bumi tersebut. (European Space Agency (ESA)/NASA Mars Exploration Program/SpaceNews/Nature AstronomyMars/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya