Kado Ulang Tahun Ke-36 Hubble Abadikan Persalinan Bintang di Nebula Trifid

Intan Safitri
23/4/2026 12:29
Kado Ulang Tahun Ke-36 Hubble Abadikan Persalinan Bintang di Nebula Trifid
Hubble merilis citra terbaru Nebula Trifid (M20) dengan detail luar biasa. Gambar ini mengungkap proses kelahiran bintang di galaksi Bimasakti.(ESA/Hubble)

TELESKOP Luar Angkasa Hubble kembali membuktikan usia hanyalah angka. Memasuki tahun ke-36 masa operasionalnya pada April 2026, wahana antariksa milik NASA dan ESA ini merilis citra terbaru yang menangkap detail luar biasa dari Nebula Trifid

Objek yang secara astronomis dikenal sebagai Messier 20 ini menjadi pilihan utama dalam perayaan tahun ini. Pasalnya kompleksitas strukturnya yang menggambarkan proses dramatis kelahiran bintang.

Laboratorium Raksasa di Jantung Sagittarius

Terletak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi, Nebula Trifid merupakan salah satu laboratorium alam paling sibuk di galaksi Bimasakti. Namanya diambil dari bahasa Latin yang berarti terbelah tiga, merujuk pada jalur debu gelap yang memisahkan nebula menjadi tiga bagian simetris. 

Citra terbaru Hubble tahun 2026 ini memperlihatkan pemandangan yang jauh lebih tajam dibandingkan pengamatan sebelumnya, berkat teknik pemrosesan data terbaru yang mampu meminimalisir gangguan interferensi cahaya.

NASA menjelaskan Nebula Trifid bukan sekadar awan gas cantik. Wilayah ini adalah pembibitan bintang (stellar nursery) yang sangat aktif. Radiasi ultraviolet dari bintang-bintang masif yang baru lahir memicu gas hidrogen di sekitarnya berpijar merah, menciptakan kontras visual yang memukau dengan jalur debu hitam yang dingin.

Menembus Awan Debu: Melacak Bintang Bayi

Fokus utama dari citra ulang tahun kali ini adalah kemampuan Hubble dalam mengidentifikasi bintang-bintang muda yang masih terbungkus kepompong debu tebal. Para astronom menyoroti adanya jet gas berkecepatan tinggi yang terpancar dari beberapa titik di pilar nebula. Fenomena ini adalah tanda pasti dari keberadaan protobintang atau bintang bayi yang sedang dalam proses mengumpulkan massa untuk memulai reaksi fusi nuklir.

Meski saat ini dunia astronomi memiliki James Webb Space Telescope (JWST) yang canggih, peran Hubble tetap tak tergantikan. Sementara JWST bekerja pada spektrum inframerah untuk menembus debu, Hubble bekerja pada spektrum cahaya tampak untuk memberikan peta distribusi gas panas dengan presisi tinggi. Sinergi antara dua teleskop ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana lingkungan sekitar memengaruhi pembentukan sistem planet baru.

Ketahanan Teknologi dan Warisan Sains

Diluncurkan pada 24 April 1990, perjalanan Hubble selama 36 tahun merupakan sejarah ketahanan teknologi manusia di ruang hampa. Perayaan tahun 2026 ini menandai keberhasilan misi pemeliharaan jangka panjang yang memungkinkan instrumen-instrumen di dalamnya tetap relevan untuk riset mutakhir.

"Hubble terus melampaui ekspektasi teknisnya. Citra Nebula Trifid ini menunjukkan bahwa kita masih memiliki banyak hal untuk dipelajari dari cahaya tampak yang ia tangkap," tulis pernyataan resmi NASA. 

Penemuan ini diharapkan dapat memberikan data baru mengenai laju pembentukan bintang di wilayah M20, sekaligus menjadi bukti bahwa mata tua manusia di luar angkasa ini masih mampu memberikan pandangan paling jernih ke arah alam semesta. (NASA/Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya