Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA NASA, Jared Isaacman, melakukan perombakan besar-besaran pada agenda kembalinya manusia ke Bulan melalui Program Artemis. Salah satu terobosan utamanya adalah peluncuran proyek MoonFall, sebuah misi robotik cepat yang dirancang untuk melakukan pengintaian dan eksperimen di permukaan Bulan sebelum kedatangan astronot pada tahun 2028.
Dalam acara "Ignition" NASA baru-baru ini, Isaacman menegaskan perlunya menyingkirkan hambatan birokrasi demi mempercepat kemajuan. Ia bertekad untuk mengerahkan kekuatan industri nasional guna membangun pangkalan di Bulan.
Proyek MoonFall akan mengerahkan empat drone yang dilengkapi kamera dan sensor canggih di wilayah Kutub Selatan Bulan. Ray Baker, pemimpin proyek MoonFall di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, menjelaskan bahwa setiap drone ditargetkan mampu menempuh jarak sekitar 50 kilometer.
Teknologi ini mengadopsi kesuksesan helikopter Ingenuity yang sebelumnya mencatatkan sejarah di Mars. Seperti pendahulunya, drone MoonFall akan menggunakan komponen elektronik komersial yang dipadukan dengan kecerdasan buatan untuk mendeteksi bahaya dan memilih lokasi pendaratan paling aman secara mandiri.
"Kami berdiri di atas bahu mereka (tim Ingenuity)," kata Baker. "Kami akan menyatukan kesuksesan kami dari Ingenuity, semua pengetahuan, keterampilan, dan keberhasilan itu, dan menggabungkannya dengan kapabilitas industri. Kami akan menyelesaikannya."
NASA bergerak sangat cepat dalam proyek ini. Pengumuman mitra industri utama ditargetkan selesai pada Juni tahun ini. Saat ini, prototipe perangkat keras MoonFall sudah mulai dikerjakan dan akan menjalani serangkaian uji navigasi serta sensor kontrol pada akhir tahun.
Integrasi dan pengujian wahana antariksa dijadwalkan pada akhir musim panas 2027, dengan target pengiriman ke lokasi peluncuran pada tahun 2028. Strategi NASA kali ini adalah meluncurkan drone saat proses penurunan (descent) menuju permukaan Bulan. Metode ini dinilai jauh lebih efisien karena memangkas biaya dan risiko teknis pendaratan propulsi penuh.
"Ini akan berjalan cepat. Kami yakin bisa melakukannya," ujar Baker.
Meskipun rincian anggaran belum dipublikasikan secara mendetail, NASA menekankan bahwa kemitraan dengan sektor swasta adalah kunci untuk menekan biaya operasional.
"NASA masih menyusun rincian biaya dan anggaran, jadi kami belum bisa memberikannya. Namun, kami yakin bahwa dalam kemitraan dengan industri, JPL memiliki keterampilan dan teknologi untuk memberikan hasil sesuai jadwal," tambah Baker.
Misi ini sejalan dengan tujuan besar administrator NASA untuk meningkatkan frekuensi misi eksplorasi dengan biaya yang lebih rendah, sekaligus memastikan infrastruktur Bulan siap sebelum manusia kembali menginjakkan kaki di sana. (Space/Z-2)
Proposal anggaran NASA FY 2027 menuai kecaman. Pemotongan dana sains sebesar 47% mengancam 40 proyek ruang angkasa, termasuk misi ke Mars dan Jupiter.
Administrator NASA Jared Isaacman umumkan rencana pembangunan pangkalan manusia permanen di Bulan mulai 2027.
Terobosan baru NASA Artemis! Peneliti gunakan laser 3D printing untuk menyulap debu regolith menjadi bangunan kokoh di Bulan.
Dua robot mungil mirip karakter Pixar sukses menemukan es air dalam simulasi permukaan Bulan di fasilitas DLR Jerman. Teknologi ini diharapkan mendukung misi Artemis.
NASA hadapi dua tekanan. Pusat ilmiahnya di Goddard Space Flight Center dirampingkan dan rencana pendaratan manusia di Bulan tertunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved