Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN tampak tenang dari kejauhan, namun permukaannya adalah lingkungan yang sangat ganas. Dengan fluktuasi suhu ekstrem, ketiadaan udara, dan debu tajam yang melekat pada segala benda, membangun hunian bagi manusia di sana merupakan tantangan logistik yang nyaris mustahil jika semua material harus dikirim dari Bumi.
Menjawab tantangan tersebut, para ilmuwan kini fokus pada solusi cerdas, membangun dengan apa yang sudah tersedia di sana. Sebuah studi terbaru mengungkapkan regolith, bubuk abu-abu yang menutupi permukaan Bulan, dapat dicairkan dan dibentuk menjadi struktur tahan panas yang kuat menggunakan metode cetak 3D berbasis laser.
Konsep ini dikenal sebagai in-situ resource utilization (ISRU), yaitu pemanfaatan sumber daya lokal di lokasi misi. Dalam uji laboratorium, para peneliti menggunakan simulasi debu Bulan yang disebut LHS-1, yang meniru karakteristik tanah dataran tinggi Bulan yang kaya akan batuan basal gelap.
Menggunakan laser berkekuatan tinggi, tim peneliti melelehkan bubuk halus tersebut lapis demi lapis hingga menyatu menjadi objek padat. Keberhasilan ini menjadi kunci bagi program Artemis NASA, yang bertujuan membangun kehadiran permanen manusia di Bulan pada akhir dekade ini. Dengan mencetak alat dan bangunan langsung di lokasi, risiko kegagalan misi akibat keterlambatan pasokan dari Bumi dapat ditekan drastis.
Mencetak dengan debu Bulan tidak semudah menggunakan plastik di Bumi. Tim menemukan permukaan dasar tempat material dicetak sangat memengaruhi hasil akhir.
"Dengan menggabungkan berbagai bahan baku, seperti logam dan keramik dalam proses pencetakan, kami menemukan bahwa material akhir sangat sensitif terhadap lingkungan," ujar Sizhe Xu, penulis utama studi dari Ohio State University.
Ia menambahkan, "Lingkungan yang berbeda menghasilkan sifat yang berbeda, yang secara langsung memengaruhi kekuatan mekanik dan ketahanan kejut termal dari komponen tertentu."
Selain permukaan, faktor seperti kadar oksigen, daya laser, dan kecepatan cetak juga menentukan stabilitas struktur. Sarah Wolff, asisten profesor teknik mesin dan kedirgantaraan, menekankan sulitnya mereplikasi kondisi ruang angkasa di laboratorium.
"Ada kondisi di luar angkasa yang sangat sulit ditiru. Sesuatu mungkin berhasil di laboratorium, tetapi dalam lingkungan yang langka sumber daya, Anda harus mencoba segalanya untuk memaksimalkan fleksibilitas mesin dalam berbagai skenario," jelas Wolff.
Menariknya, teknologi yang dikembangkan untuk Bulan ini memiliki potensi besar untuk diterapkan di Bumi. Efisiensi material yang dipaksakan oleh kondisi ruang angkasa dapat mengajarkan manusia cara membangun sistem yang lebih berkelanjutan dan minim limbah.
"Jika kita berhasil memproduksi benda-benda di luar angkasa dengan sumber daya yang sangat sedikit, itu berarti kita juga bisa mencapai keberlanjutan yang lebih baik di Bumi," pungkas Wolff.
Eksperimen ini membuktikan bahwa Bulan bukan sekadar tujuan, melainkan laboratorium raksasa untuk menciptakan teknologi masa depan yang lebih efisien, baik di atas sana maupun di rumah kita sendiri. (Earth/Z-2)
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
Ilmuwan Tiongkok temukan dua mineral baru di Bulan, Magnesiochangesite-(Y) dan Changesite-(Ce), dari sampel Chang'e-5. Total mineral Bulan kini jadi 8.
Terungkap alasan ilmiah mengapa manusia hanya melihat satu sisi Bulan. Simak fenomena tidal locking dan fakta misi Artemis II terbaru.
Kenapa bulan bisa terlihat berbeda di tiap negara? Ternyata bukan berubah bentuk. Ini penjelasan ilmiah soal orientasi bulan yang sering bikin bingung.
Menurut para astronom, perbedaan ini terjadi karena faktor perspektif. Posisi pengamat di Bumi terutama perbedaan garis lintang membuat orientasi Bulan terlihat berbeda
Tampilan bulan ternyata bisa berbeda di tiap negara. Faktor lintang dan perspektif pengamat membuat bulan tampak terbalik, berputar, atau beda fase.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved