Tiongkok Temukan Dua Mineral Baru di Bulan dari Misi Chang’e-5

N Apuan Iskandar
27/4/2026 16:48
Tiongkok Temukan Dua Mineral Baru di Bulan dari Misi Chang’e-5
Ilustrasi bulan.(Dok. Freepik)

TIONGKOK kembali mencatatkan terobosan penting dalam dunia sains antariksa. Para peneliti dari Negeri Tirai Bambu berhasil mengidentifikasi dua mineral baru dari sampel tanah Bulan yang dibawa kembali ke Bumi. Penemuan ini menjadi sorotan komunitas ilmiah global karena dinilai mampu membuka tabir baru mengenai komposisi kimia dan sejarah geologis satelit alami Bumi tersebut.

Warisan Misi Chang’e-5

Sampel yang menjadi dasar penelitian ini berasal dari misi Chang’e-5, program eksplorasi ambisius milik China National Space Administration (CNSA). Pada Desember 2020, misi ini sukses membawa pulang sekitar 1.731 gram material tanah dan batuan dari wilayah Oceanus Procellarum, sebuah dataran vulkanik luas di sisi dekat Bulan.

Berdasarkan hasil analisis yang dipublikasikan oleh Chinese Academy of Sciences, dua mineral baru tersebut adalah:

  • Magnesiochangesite-(Y)
  • Changesite-(Ce)

Kedua mineral ini telah mendapatkan pengakuan resmi dari International Mineralogical Association (IMA) melalui Komisi Mineral Baru, Nomenklatur, dan Klasifikasi. Validasi ini memastikan status keduanya sebagai penemuan mineral baru yang sah secara ilmiah di tingkat internasional.

Menambah Daftar Mineral Bulan

Penemuan ini secara signifikan menambah daftar mineral yang diketahui berasal dari Bulan menjadi total delapan jenis secara global. Tiongkok sendiri memiliki rekam jejak kuat dalam bidang ini; pada tahun 2022, ilmuwan mereka juga mengidentifikasi changesite-(Y), yang merupakan mineral Bulan pertama yang ditemukan oleh negara tersebut.

Struktur kimia dan komposisi mineral-mineral ini diyakini dapat mengungkap informasi krusial tentang aktivitas vulkanik masa lalu serta kondisi lingkungan ekstrem yang membentuk permukaan Bulan selama miliaran tahun.

Implikasi bagi Eksplorasi Masa Depan

Selain nilai akademis, temuan ini menunjukkan lompatan besar dalam teknologi analisis material luar angkasa Tiongkok. Kemampuan mengidentifikasi mineral baru dari sampel yang sangat terbatas mencerminkan kecanggihan instrumen laboratorium dan metode penelitian yang mereka miliki.

Lebih jauh, hasil penelitian ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan sumber daya luar angkasa (space resources). Informasi detail mengenai mineralogi Bulan berpotensi mendukung misi berawak manusia di masa depan, termasuk rencana pengembangan basis penelitian permanen dan eksplorasi jangka panjang di permukaan Bulan.

Dengan penemuan ini, Bulan kini semakin dipandang bukan sekadar objek pengamatan malam hari, melainkan laboratorium alami yang menyimpan kunci untuk memahami sejarah tata surya kita. Penemuan magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce) menjadi bukti nyata bahwa misteri Bulan masih sangat luas untuk diungkap. (China National Space Administration (CNSA), laporan misi Chang’e-5, Chinese Academy of Sciences (CAS), International Mineralogical Association/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya