Komet Antarbintang 3I/ATLAS Semburkan Air Setara 70 Kolam Renang Olimpiade per Hari

Thalatie K Yani
16/4/2026 08:38
Komet Antarbintang 3I/ATLAS Semburkan Air Setara 70 Kolam Renang Olimpiade per Hari
Penemuan langka misi JUICE ungkap aktivitas luar biasa komet antarbintang 3I/ATLAS. Komet ini menyemburkan air dan gas purba dari sistem bintang lain.(ESA)

Penjelajah antarbintang terbaru, komet 3I/ATLAS, dilaporkan tengah menyemburkan uap air ke luar angkasa dalam jumlah yang fantastis. Ilmuwan memperkirakan volume air yang dilepaskan mencapai setara dengan 70 kolam renang ukuran Olimpiade setiap harinya. Penemuan ini memberikan kesempatan emas bagi para peneliti untuk mempelajari materi pembentuk planet dari sistem bintang lain yang mungkin jauh lebih tua dari matahari.

Data mengejutkan ini berhasil ditangkap oleh misi Jupiter Icy Moons Explorer (JUICE) milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Menggunakan instrumen canggih MAJIS dan JANUS, wahana JUICE mengamati 3I/ATLAS pada November 2025 saat komet tersebut melintasi sistem tata surya kita. 3I/ATLAS sendiri merupakan objek antarbintang ketiga yang pernah terdeteksi masuk ke wilayah tata surya.

Fenomena Sublimasi yang Tak Terduga

Seperti komet pada umumnya, 3I/ATLAS mulai melepaskan material saat mendekati matahari. Radiasi surya memanaskan inti esnya, menyebabkan es padat langsung berubah menjadi gas—sebuah proses yang disebut sublimasi. Gas yang keluar secara eksplosif ini membentuk koma (atmosfer komet) dan ekor yang khas. Namun, tingkat kecerahan 3I/ATLAS ternyata jauh melampaui prediksi para ilmuwan.

Instrumen MAJIS berhasil mengidentifikasi emisi inframerah dari molekul uap air dan karbon dioksida. "Deteksi berulang uap air dan karbon dioksida menunjukkan bahwa es volatil yang tertimbun di bawah permukaan dilepaskan secara aktif ke luar angkasa tak lama setelah melewati titik perihelion," ungkap Giuseppe Piccioni, anggota tim dari Institut Nasional Astrofisika (INAF).

Berdasarkan data tersebut, diperkirakan ada aliran material dari inti komet sebesar dua ton per detik. "Ini setara dengan sekitar 70 kolam renang Olimpiade uap air yang dimuntahkan ke luar angkasa setiap hari," tambahnya.

Pengamatan Tanpa Rencana yang Berbuah Manis

Menariknya, pengamatan JUICE terhadap komet ini sebenarnya tidak direncanakan sejak awal. Tim baru menyusun strategi observasi setelah 3I/ATLAS ditemukan pada 1 Juli 2025. Prosesnya pun sangat menantang karena emisi komet yang redup dan jendela waktu pengamatan yang sangat singkat.

Setelah penantian panjang, data tersebut akhirnya berhasil dikirim kembali ke Bumi pada Februari 2026. Pasquale Palumbo, peneliti utama instrumen JANUS, menyatakan bahwa penantian tersebut sangat berharga.

"Gambar-gambar indah yang dikumpulkan mengungkap untuk pertama kalinya aktivitas intens komet tepat di sekitar perihelion. 3I/ATLAS menunjukkan koma yang luas, ekor, dan berbagai struktur morfologi seperti sinar, jet, dan filamen," jelas Palumbo.

Keberhasilan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi instrumen JUICE sebelum mencapai tujuan utamanya, Jupiter dan bulan-bulan esnya. Data dari 3I/ATLAS diharapkan dapat membantu ilmuwan memahami sifat fisik dan kimia materi yang terbentuk di sekitar bintang lain miliaran tahun yang lalu. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya