Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama ini kita mengenal Bulan sebagai satu-satunya satelit alami Bumi yang menerangi malam. Namun, penelitian terbaru dalam dunia astronomi mengungkapkan fakta mengejutkan: Bumi pernah memiliki hingga enam “bulan mini” sekaligus.
Menurut penelitian berjudul The Steady State Population of Earth’s Minimoons of Lunar Provenance (2025) yang dipublikasikan oleh astronom Robert Jedicke, mini-bulan atau minimoons ini adalah objek kecil dari luar angkasa—kemungkinan besar asteroid atau puing kosmik—yang terperangkap dalam medan gravitasi Bumi.
Objek-objek ini tidak bertahan lama dalam orbit. Setelah beberapa waktu, mereka akan terlempar kembali ke luar angkasa atau terbakar di atmosfer Bumi. Meski bersifat sementara, kehadiran mereka membuka wawasan baru mengenai dinamika gravitasi planet kita.
Mini-moon adalah istilah untuk satelit alami kecil sementara yang mengorbit Bumi. Keberadaan mereka membuktikan bahwa gravitasi Bumi cukup kuat untuk menarik dan mempertahankan objek kecil dalam waktu terbatas.
"Temuan ini benar-benar mengubah perspektif kita tentang sejarah Bumi dan interaksinya dengan benda langit," kata Jedicke. Informasi ini memperkaya pemahaman kita tentang sejarah satelit Bumi, yang ternyata tidak hanya terbatas pada Bulan besar yang kita kenal.
Penemuan enam bulan mini ini memberikan dorongan baru dalam eksplorasi luar angkasa dan studi tentang objek sementara dalam orbit Bumi. Para astronom kini lebih tertarik untuk:
Penemuan ini mengingatkan kita bahwa alam semesta penuh dengan misteri. Bahkan terhadap planet yang sudah kita kenal seperti Bumi, masih banyak cerita tersembunyi yang belum terungkap. Dengan terus menggali, kita semakin memahami betapa kaya dan kompleksnya sistem tata surya—dan betapa kecilnya posisi kita di tengah kosmos yang luas dan dinamis ini. (Space & Live Science/Z-10)
Badan Antariksa Eropa (ESA) membuka proyek sains warga Space Warps. Publik diajak mencari lensa gravitasi langka dalam data Teleskop Euclid yang belum pernah dipublikasikan.
Peneliti ungkap bagaimana materi gelap membantu pembentukan lubang hitam supermasif di awal semesta, memecahkan misteri temuan teleskop James Webb.
Astronom berhasil memetakan Supercluster Vela yang selama ini tersembunyi. Memiliki massa 30 kuadriliun matahari, struktur ini jadi salah satu objek terbesar di alam semesta.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
Asteroid 99942 Apophis akan melintas sangat dekat ke Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan tidak ada ancaman tabrakan dalam 100 tahun ke depan.
Okultasi asteroid Strenua akan terjadi 26 April 2026 pukul 19.41 WIB. Fenomena “gerhana bintang” ini langka dan dapat diamati dari Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, tim Itera melakukan pengamatan di tiga lokasi, yakni rooftop Gedung Kuliah Umum 2, rooftop Labtek OZT, serta Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan.
FENOMENA langit langka akan melintasi Indonesia pada 26 April 2026.
Asteroid yang memiliki ukuran setinggi gedung Empire State Building ini akan terbang dalam jarak hanya 32.000 kilometer dari permukaan Bumi.
Asteroid Apophis akan melintas sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, namun fenomena ini sangat langka.
NASA telah membentuk Planetary Defense Coordination Office sejak 2016 untuk memantau objek-objek dekat Bumi (near-Earth objects/NEO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved