36 Tim Astronomi Kolaborasi Amati Okultasi Bintang HD58050

Abi Rama
28/4/2026 22:50
36 Tim Astronomi Kolaborasi Amati Okultasi Bintang HD58050
Ilustrasi(freepik)

Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) bersama Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) Institut Teknologi Sumatera (Itera) turut berpartisipasi dalam pengamatan fenomena okultasi bintang HD58050 oleh asteroid (1201) Strenua pada Minggu (26/4) kemarin. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi nasional yang diinisiasi Observatorium Bosscha dengan melibatkan 36 kontributor dari berbagai institusi dan komunitas astronomi di Indonesia.

Okultasi merupakan peristiwa ketika benda langit yang lebih dekat melintas di depan objek lain yang lebih jauh, sehingga cahayanya tertutup sementara. Fenomena ini dimanfaatkan untuk mempelajari ukuran, bentuk, hingga kemungkinan keberadaan satelit atau cincin asteroid.

Dalam kegiatan tersebut, tim Itera melakukan pengamatan di tiga lokasi, yakni rooftop Gedung Kuliah Umum 2, rooftop Labtek OZT, serta Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan. Pengamatan dilakukan menggunakan Itera Robotic Telescope, teleskop Newtonian, teleskop refraktor, serta sensor GPS berakurasi mikrodetik untuk memastikan ketepatan pencatatan waktu.

Laboran OAIL Itera, Aditya Abdilah Yusuf, S.Si., menegaskan pentingnya pengamatan okultasi dalam riset astronomi. 

“Data dari berbagai lokasi pengamatan akan dikombinasikan untuk membantu menentukan bentuk dan ukuran asteroid secara lebih akurat,” ujar Aditya.

Meski berada di luar jalur utama okultasi yang melintasi Jawa hingga Nusa Tenggara, data dari Itera tetap dinilai penting. Selain sebagai pembanding, data tersebut juga berpotensi mengungkap keberadaan satelit maupun cincin di sekitar asteroid.

Selama pengamatan yang berlangsung pada pukul 19.36 hingga 19.46 WIB, kondisi cuaca di wilayah Itera dan Kalianda terpantau cerah sehingga observasi dapat berjalan optimal. Data hasil pengamatan selanjutnya akan dianalisis bersama dalam kolaborasi nasional untuk mendukung pengembangan riset astronomi di Indonesia.

Asteroid Strenua

Asteroid (1201) Strenua merupakan salah satu asteroid yang berada di sabuk asteroid utama di antara Mars dan Jupiter. Objek ini pertama kali ditemukan pada tahun 1931 dan termasuk dalam kelompok asteroid berbatu yang mengorbit Matahari dengan periode beberapa tahun. Meski tidak berukuran besar dibandingkan asteroid raksasa lainnya, Strenua tetap menjadi objek penting dalam studi astronomi karena dapat memberikan gambaran mengenai komposisi dan dinamika benda langit kecil di tata surya.

Sementara itu, bintang HD58050 adalah bintang latar yang cahayanya tertutup sementara saat terjadi okultasi. Pengamatan terhadap redupnya cahaya bintang ini dalam durasi sangat singkat memungkinkan para peneliti menghitung ukuran asteroid dengan presisi tinggi, bahkan mendeteksi bentuk yang tidak beraturan. Dengan menggabungkan data dari berbagai titik pengamatan di Indonesia, para astronom dapat merekonstruksi profil asteroid secara lebih detail, sekaligus memperkaya basis data astronomi nasional.

Sumber: Institut Teknologi Sumatera



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya