Asteroid Besar akan Dekati Bumi pada 13 April 2029, Ini Penjelasan NASA

Asha Bening Rembulan
17/4/2026 10:47
Asteroid Besar akan Dekati Bumi pada 13 April 2029, Ini Penjelasan NASA
Ilustrasi Asteroid Apophis secara real time.(NASA)

BEBERAPA waktu lalu, NASA telah mengumumkan Asteroid Apophis akan melintas dekat dengan Bumi pada 13 April 2029 nanti. Lintasan ini akan menjadi pendekatan terdekat asteroid berskala masif ke Bumi yang pernah diketahui oleh para astronot.

Apophis dinilai sebagai salah satu asteroid yang berpotensi berbahaya bagi Bumi, tetapi melihat perkiraan lintasan pada 13 April 2029 nanti, asteroid ini masih tergolong berada pada jarak aman.

Apophis akan berada sekitar 32 ribu kilometer dari permukaan Bumi, menjadikannya lebih dekat daripada jarak banyak satelit dalam orbit geosinkron.

Mengenal Asteroid Apophis

Asteroid Apophis merupakan peninggalan dari awal tata surya yang berhasil terbentuk dari sisa “bahan mentah” yang tidak pernah menjadi bagian dari sebuah planet atau bulan. Apophis memiliki diameter sebesar 340 meter dan sumbu panjang sekitar 450 meter.

Apophis pertama kali ditemukan pada 2004 dan diprediksi akan menabrak Bumi pada tahun 2029, 2036, atau 2068. Semenjak itu, para astronot telah mengamati Apophis secara cermat menggunakan teleskop optik dan radar berbasis darat untuk memahami orbitnya secara lebih baik.

Berdasarkan data pengamatan tersebut, NASA meyakini tidak ada risiko Apophis menabrak Bumi setidaknya selama seratus tahun ke depan. Namun, asteroid sebsar itu yang melintas begitu dekat dengan Bumi merupakan suatu peristiwa langka.

Apa yang Akan Terjadi pada Tahun 2029?

Pada 13 April 2029, Apophis dan Bumi akan berpapasan pada jarak yang sangat dekat, yaitu 36 ribu kilometer. Peristiwa ini menjadi kesempatan bagi para astronot untuk mempelajari lebih lanjut tentang Apophis dan asteroid serupa.

Hal terpenting dalam peristiwa ini adalah Apophis akan ditarik, diputar, diregangkan, dan ditekan oleh gravitasi Bumi saat melintas. Tarikan tersebut akan mengubah orbit Apophis mengelilingi Matahari menjadi lebih besar dan memberinya periode orbit yang lebih panjang.

Putaran tersebut akan memungkinkan perubahan cara mengorbit Apophis, dari mulai mempercepat, memperlambat, hingga mengubah orientasinya. Hal ini juga akan berdampak pada pergerakan material di permukaan asteroidnya. Nantinya, Apophis akan merespons gangguan ini bergantung dengan struktur internal dan material penyusunnya.

Apophis diprediksi akan terlihat di darat Belahan Bumi Timur tanpa bantuan teleskop atau teropong. (NASA/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya