Asteroid Apophis Melintas Dekat Bumi pada 2029, Fenomena Langka yang Bisa Disaksikan Langsung

Media Indonesia
14/4/2026 23:05
Asteroid Apophis Melintas Dekat Bumi pada 2029, Fenomena Langka yang Bisa Disaksikan Langsung
Gambaran asteroid yang berpotensi berbahaya melintas dekat dengan Bumi.(Dok Space)

ASTEROID bernama 99942 Apophis kembali jadi perhatian para ilmuwan. Objek langit ini sempat memicu kekhawatiran saat pertama kali ditemukan pada 2004, karena diprediksi memiliki peluang untuk menabrak Bumi. Namun, perkembangan observasi mengubah kesimpulan tersebut.

NASA kini memastikan bahwa Apophis tidak akan menabrak Bumi dalam setidaknya satu abad ke depan. Statusnya resmi dicabut dari daftar asteroid berbahaya.

Catat Tanggalnya: 13 April 2029

Apophis dijadwalkan melintas sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029. Jaraknya diperkirakan hanya sekitar 32.000 kilometer dari permukaan, lebih dekat dibanding sebagian satelit komunikasi.

Dalam skala astronomi, ini termasuk peristiwa langka. Asteroid dengan ukuran besar jarang melintas sedekat ini tanpa menimbulkan risiko tumbukan. Dengan diameter sekitar 340 meter, Apophis cukup besar untuk menarik perhatian ilmuwan sekaligus publik.

Fenomena ini juga punya nilai observasi tinggi. Para peneliti akan memanfaatkan momen ini untuk mempelajari struktur asteroid, komposisi, hingga dampak gaya gravitasi Bumi terhadap orbitnya.

Bisa Dilihat Tanpa Teleskop

Menariknya, Apophis berpotensi terlihat dengan mata telanjang dari beberapa wilayah di Bumi, terutama saat kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya. Wilayah yang berpeluang melihatnya mencakup sebagian Afrika, Eropa, dan Asia.

Bagi komunitas astronomi, ini jadi kesempatan langka untuk mengamati asteroid besar tanpa alat bantu canggih. Biasanya, objek dengan ukuran serupa hanya bisa dilihat menggunakan teleskop.

Misi Khusus Sudah Disiapkan

Menyambut peristiwa ini, European Space Agency menyiapkan misi bernama RAMSES. Misi ini dirancang untuk mendekati Apophis dan mengamati perubahan fisik yang terjadi saat asteroid tersebut dipengaruhi gravitasi Bumi.

Pendekatan ini penting untuk memahami karakter asteroid secara lebih detail, termasuk bagaimana responsnya terhadap gaya eksternal. Informasi tersebut bisa menjadi dasar strategi mitigasi jika suatu saat ditemukan asteroid yang benar-benar berpotensi menabrak Bumi.

Bukan Ancaman, Tapi Kesempatan

Meski dijuluki asteroid kematian, Apophis saat ini lebih relevan sebagai objek penelitian dibanding ancaman nyata. Justru, kedekatannya dengan Bumi membuka peluang besar bagi sains untuk berkembang.

Peristiwa 2029 bukan sekadar lintasan asteroid biasa. Ini adalah momen langka ketika manusia bisa mengamati objek luar angkasa berukuran besar dari jarak yang sangat dekat, tanpa risiko (Intan Safitri/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya