Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NATIONAL Gallery Singapore, bekerja sama dengan He Xiangning Art Museum, resmi menghadirkan pameran bertajuk "He Xiangning: Ink and Intent". Pameran ini menjadi retrospektif pertama di Asia Tenggara yang didedikasikan khusus untuk He Xiangning, seniman perempuan pionir lukisan tinta Tiongkok abad ke-20 sekaligus aktivis sosial yang berpengaruh.
Dibuka mulai 1 April 2026, pameran dwibahasa ini menampilkan lebih dari 50 karya seni yang disusun dalam empat bagian kronologis. Melalui karya-karya tersebut, pengunjung diajak menelusuri perjalanan hidup dan praktik artistik He Xiangning yang luar biasa selama tujuh dekade.
Lahir pada 1878, He Xiangning bukan sekadar pelukis. Ia adalah seorang revolusioner dan pejuang hak-hak perempuan. Ia tercatat sebagai salah satu perempuan pertama yang bergabung dengan Tongmenghui pada 1905, sebuah aliansi revolusioner yang bertujuan menggulingkan Dinasti Qing. Pada 1924, ia juga memprakarsai salah satu rapat umum Hari Perempuan Internasional pertama di Tiongkok.
Karya-karyanya sangat terkait erat dengan transformasi sosial dan budaya Tiongkok modern. Pameran ini secara khusus menyoroti hubungan historis sang seniman dengan Asia Tenggara, termasuk kunjungannya ke Singapura dan Filipina pada 1929 untuk mengadakan pameran amal guna mendukung komunitas Tionghoa di perantauan.
| Judul Pameran | He Xiangning: Ink and Intent |
| Lokasi | Wu Guanzhong Gallery, National Gallery Singapore |
| Periode | 1 April – 23 Agustus 2026 |
| Jumlah Karya | Lebih dari 50 karya seni |
| Tiket | Tiket Masuk Umum (Gratis untuk warga Singapura & PR) |
Narasi kuratorial pameran ini dibagi menjadi empat bagian utama yang menggambarkan evolusi gaya dan pemikiran He Xiangning:
Dr. Eugene Tan, CEO National Gallery Singapore, menyatakan bahwa pameran ini merupakan tonggak sejarah penting dalam riset seni tinta di galeri tersebut.
"Kami berharap pengunjung dapat mengapresiasi kontribusi penting He Xiangning terhadap lukisan tinta Tiongkok modern dan warisannya sebagai seniman perempuan pionir," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Cheng Bin, Wakil Direktur He Xiangning Art Museum, mengungkapkan kehormatannya dapat berkolaborasi kembali dengan Singapura. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan pameran "Georgette Chen: At Home in the World" yang sebelumnya diboyong ke Shenzhen pada akhir 2025.
Selain melihat karya, pengunjung juga dapat berinteraksi di stasiun pembelajaran mandiri. Di sana, tersedia kartu puisi dalam bahasa Mandarin dan Inggris, serta stempel khusus yang terinspirasi dari motif khas He Xiangning seperti pinus, singa, dan harimau untuk dipersonalisasi oleh pengunjung. (Z-1)
Pemerintah Italia resmi membeli potret Monsignor Maffeo Barberini karya maestro Caravaggio seharga €30 juta.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Lukisan "Pria Tanpa Wajah” karya Aura Kasih menuai kontroversi dan perhatian publik. Simak makna filosofis di balik karya seni abstrak tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menerima lukisan dari seorang anak bernama Billy yang sudah menunggu sejak pagi hari.
DUA seniman Tanah Air, Agus Wicak dan Zakimuh menggelar pameran tunggal bertajuk Bio Diversity dan Parodi. Pameran ini menyatukan dua kekuatan visual yang saling mengkritisi zaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved