Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengembangkan penyidikan terkait dugaan praktik pemerasan jabatan yang melibatkan Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo. Kasus ini kini mengarah pada indikasi adanya “tarif” tertentu untuk posisi strategis di tingkat sekolah hingga kecamatan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa penyidik menemukan dugaan praktik pemerasan terhadap pihak sekolah dan aparatur kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung.
“Ada dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati kepada pihak-pihak di sekolah dan kecamatan. Artinya, ada label harganya untuk jabatan-jabatan kepala sekolah ataupun camat. Ini yang terus kami dalami dan telusuri,” kata Budi di Jakarta, Rabu (15/4).
Dalam proses penyidikan ini, KPK juga meminta partisipasi aktif masyarakat untuk membantu mengungkap lebih jauh praktik yang diduga telah berlangsung secara sistematis.
“Kami sangat butuh dukungan dari masyarakat dalam proses penyidikan perkara ini,” ujarnya.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Tulungagung pada 10 April 2026. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan 18 orang, termasuk Gatut Sunu Wibowo serta adik kandungnya yang juga anggota DPRD Tulungagung, Jatmiko Dwijo Saputro.
Sehari setelah OTT, tepatnya 11 April 2026, KPK membawa Gatut bersama sejumlah pihak lainnya ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pada hari yang sama, KPK menetapkan Gatut sebagai tersangka bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal, dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk tahun anggaran 2025-2026.
KPK menduga modus yang digunakan adalah dengan meminta para pejabat menandatangani surat pengunduran diri dari jabatan dan status sebagai aparatur sipil negara. Surat tersebut telah dibubuhi meterai, namun belum diberi tanggal, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat tekanan. Melalui skema tersebut, Gatut Sunu diduga memeras sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tulungagung. Dari total target Rp5 miliar yang ditujukan kepada 16 kepala organisasi perangkat daerah (OPD), KPK memperkirakan telah terkumpul sekitar Rp2,7 miliar.
Penyidikan masih terus berlangsung untuk menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik yang mencederai tata kelola pemerintahan daerah tersebut. (Ant/E-3)
SELURUH pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tidak diperkenankan meninggalkan wilayah Tulungagung selama proses penyidikan KPK berlangsung.
KPK memulangkan 11 saksi pejabat Pemkab Tulungagung namun resmi menahan Bupati Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya.
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menyita beberapa pasang sepatu merek Louis Vuitton atau LV milik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat OTT, Jumat (10/4). Berikut fakta-fakta sepatu LV milik Bupati Tulungagung
KPK menyayangkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang terjerat kasus THR Forkopimda, serupa dengan kasus eks Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
KPK menyita Rp95 juta dan dokumen saat menggeledah Kantor Setda Tulungagung terkait kasus pemerasan pejabat daerah.
KPK ungkap modus korupsi Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo yang memeras 15 OPD. Pejabat ditekan menggunakan surat mundur tanpa tanggal dan wajib setor jatah
KPK sita tiga koper dokumen dan uang tunai Rp95 juta dari kantor Pemkab Tulungagung terkait kasus korupsi Bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo.
KASUS dugaan korupsi yang menyeret nama mantan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat pusaran hukum akibat penyalahgunaan wewenang.
ICWmenilai praktik pemberian THR oleh sejumlah kepala daerah kepada forkopimda merupakan bentuk gratifikasi termasuk kasus bupati tulungagung gatut sunu wibowo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved