Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengeluarkan peringatan keras terkait beredarnya foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus. Foto yang sempat viral di media sosial tersebut dipastikan bukan hasil jepretan asli, melainkan rekayasa Artificial Intelligence (AI).
Habiburokhman mendesak Polri untuk lebih responsif dalam mengklarifikasi informasi yang tidak akurat agar tidak memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
"Saya minta Polri secara gencar mengonter lalu menjelaskan kepada publik setiap perkembangan informasi yang tidak tepat. Saya saja sampai kemarin malam masih pikir itu gambar beneran, ternyata setelah saya cek, itu AI," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Politisi Partai Gerindra ini mengaku khawatir jika foto-foto berbasis AI tersebut dibiarkan beredar tanpa klarifikasi resmi. Menurutnya, rekayasa visual yang menyerupai manusia asli bisa memicu salah sasaran di lapangan.
"Ini bisa membingungkan masyarakat. Yang saya khawatirkan bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman; ada orang yang mirip (dengan foto AI) lalu digebukin ramai-ramai. Ini bahaya kalau kita biarkan," tegasnya.
Habiburokhman mengimbau agar publik tetap berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi atau gambar di media sosial.
"Kepada masyarakat, kita berterima kasih atas antusiasmenya agar pelaku segera tertangkap. Niatnya pasti baik, tetapi harus berhati-hati. Jangan sampai niat baik kita justru menjadi masalah lain," tambahnya.
(P-4)
Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendesak sidak berkala dan pembentukan gugus tugas lintas instansi guna mengawasi penjualan bebas air keras.
FAKTA baru terungkap dalam sidang perdana kasus penyiraman cairan kimia terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).
KETUA Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto meminta Oditurat Militer II-07 Jakarta untuk mengupayakan kehadiran Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus di persidangan.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) ajukan praperadilan ke PN Jaksel terkait mandeknya penyidikan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Seorang pria di Rawa Buaya, Cengkareng, menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan di TKP.
TAUD memprotes pelimpahan penanganan kasus penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari Polda Metro Jaya ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Untuk menjamin objektivitas, Usman mendesak Presiden melibatkan masyarakat sipil dan tokoh berintegritas dalam TPF.
Amnesty International Indonesia mendesak Presiden dan DPR segera membentuk tim pencari fakta (TPF) guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Jabatan Kabais TNI diserahkan usai kasus penyiraman air keras yang melibatkan anggota Bais. Empat prajurit jadi terduga, proses investigasi masih berlangsung.
PSHK meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS diproses di peradilan umum, bukan militer.
Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa harus berkompromi dengan sensitivitas institusional maupun latar belakang korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved