Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengandalkan metode scientific crime investigation untuk mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Fokus utama penyelidikan tertuju pada jejak sidik jari dan DNA pelaku yang diduga tertinggal pada benda-benda di lokasi kejadian.
Penyidik saat ini tengah melakukan uji laboratorium forensik terhadap helm yang ditemukan di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Selain helm, polisi juga menguji sebuah wadah yang diduga kuat digunakan pelaku untuk menyimpan cairan kimia berbahaya saat melancarkan aksinya pada Kamis malam lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Iman Imanuddin, menyatakan bahwa langkah ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai profil pelaku melalui bukti biologis.
"Kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap petunjuk yang ditemukan di TKP berupa helm dan wadah yang diduga tempat cairan kimia tersebut. Kami sangat berharap hasil uji tersebut membuahkan hasil, baik itu ditemukannya sidik jari maupun DNA pelaku yang menempel di helm," ujar Iman di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3).
Iman menegaskan bahwa hingga saat ini kepolisian belum melakukan penangkapan atau upaya paksa terhadap pihak mana pun. Ia mengatakan penyidik masih bekerja mengumpulkan barang bukti dan fakta berdasarkan analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Sampai dengan hari ini kami belum melakukan upaya paksa. Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan analisa CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh," jelasnya.
Sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) tengah malam. Saat itu, Andrie dalam perjalanan setelah menyelesaikan rekaman siniar (podcast) terkait kritik remiliterisasi. Akibat serangan ini, Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka bakar serius di area wajah, mata, dada, hingga kedua tangan.
(P-4)
Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendesak sidak berkala dan pembentukan gugus tugas lintas instansi guna mengawasi penjualan bebas air keras.
FAKTA baru terungkap dalam sidang perdana kasus penyiraman cairan kimia terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).
KETUA Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto meminta Oditurat Militer II-07 Jakarta untuk mengupayakan kehadiran Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus di persidangan.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) ajukan praperadilan ke PN Jaksel terkait mandeknya penyidikan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Seorang pria di Rawa Buaya, Cengkareng, menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan di TKP.
TAUD memprotes pelimpahan penanganan kasus penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari Polda Metro Jaya ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Untuk menjamin objektivitas, Usman mendesak Presiden melibatkan masyarakat sipil dan tokoh berintegritas dalam TPF.
Amnesty International Indonesia mendesak Presiden dan DPR segera membentuk tim pencari fakta (TPF) guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Jabatan Kabais TNI diserahkan usai kasus penyiraman air keras yang melibatkan anggota Bais. Empat prajurit jadi terduga, proses investigasi masih berlangsung.
PSHK meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS diproses di peradilan umum, bukan militer.
Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa harus berkompromi dengan sensitivitas institusional maupun latar belakang korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved