Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan belasan saksi, terkait kasus pemerasan dalam pengisian perangkat desa yang menjerat Bupati Pati Sudewo, kali ini pemeriksaan dikakuhayterhadap kepapa desa, perangkat desa hingga kepala desa di Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia Kamis (29/1), KPK secara maraton terus melakukan pendalaman terhadap kasus pemerasan dalam pengisian perangkat desa yang menjerat Bupati Pati Nonaktif Sudewo, setelah sebelumnya memeriksa 10 orang kini memanggil 14 orang untuk diperiksa di Polresta Pati.
Sejak pagi belasan saksi dari Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati sudah berdatangan dan secara bertahap memasuki ruang pemeriksaan yang ada di Kantor Polresta Pati tersebut, namun dari semua orang yang datang untuk dimintai keterangan tidak bersedia mengungkapkan baik tujuan pemanggilan maupun materi pemeriksaan.
"Kami memberikan dukungan pengamanan dan pengawalan untuk memastikan tim KPK dapat melaksanakan tugasnya dengan aman dan lancar,” kata Kepala Polresta Pati Kombes Jaka Wahyudi.
Keterlibatan Polresta Pati dalam kegiatan tersebut, menurut Jaka Wahyudi, merupakan bagian dari tugas kepolisian. dalam menjaga keamanan dan keselamatan aparat penegak hukum yang sedang menjalankan kewenangannya, dan dukungan yang diberikan bersifat teknis dan prosedural tanpa mencampuri substansi penanganan perkara.
Kerja sama tersebut, ungkap Jaka Wahyudi, mencerminkan soliditas antar-lembaga penegak hukum dalam sistem hukum nasional. “Kami hanya fokus pada aspek pengamanan saja, tidak masuk ke ranah penyidikan ataupun materi perkara yang sedang ditangani KPK,” tambahnya.
Sementara itu menurut sumber di kepolisian, pemeriksaan oleh penyidik KPK berlangsung di Polresta Pati Kamis (29/1) dilakukan terhadap belasan saksi dari Kecamatan Jaken yakni:
1. Listyaningsih (Sekretaris Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken)
2. Pandelan (Plt. Sekdes/Kadus Duni Desa Arumanis, Kecamatan Jaken)
3. Sumarni (Wiraswasta)
4. Intan (Wiraswasta)
5. Supriyanto (Perangkat Desa Arumanis, Kecamatan Jaken)
6. Sudar (Kades Sidoluhur, Kecamatan Jaken)
7. Sutrisno (Kades Ronggo, Kecamatan Jaken)
8. Yusuf Efendi (Kades Sidomukti, Kecamatan Jaken)
9. Harto (Kades Sriwedari, Kecamatan Jaken)
10. Susanto (Kades Sumberejo, Kecamatan Jaken)
11. Gus Amin (Kades Tamansari, Kecamatan Jaken)
12. Dasar Wibowo (Kades Trikoyo, Kecamatan Jaken)
13. Ria Erlita Sari (Warga Desa Sidoluhur, Kecamatan Jaken)
14. Nur Utami (Warga Desa Sidoluhur, Kecamatan Jaken)
(H-3)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti persoalan Stadion Barombong jika ditemukan bukti awal adanya dugaan tindak pidana korupsi.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Bantuan keuangan partai politik dari negara (Banpol) saat ini masih sangat minim, bahkan tidak mencapai dua persen dari total kebutuhan partai.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan pada 11 April 2026. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tumbang lewat OTT KPK sepanjang 2026.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Uang sitaan itu diberikan ke Gatut lewat Yoga yang merupakan orang kepercayaannya. Dalam pemeriksaan, uang bakal digunakan untuk kepentingan pribadi Gatut.
Karena perjanjian itu, Gatut berani meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya, karena adanya klausul manut perintah bupati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved