Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Kementerian Agama.
Menurut Chairul, berbagai keterangan saksi yang telah diperiksa dan alat bukti berupa hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mestinya sudah di tangan penyidik.
“KPK harusnya sudah mengantongi surat final hasil perhitungan kerugian negara dari BPK. Karena kalau bicara soal keuangan negara, bukti utama yang harus diperoleh adalah adanya kerugian keuangan negara,” kata Huda saat dikonfirmasi, Minggu (26/10).
Ia menegaskan, hasil audit tersebut menjadi alat bukti krusial untuk menjerat pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk biro travel penyelenggara haji khusus.
“Itu bukti penting untuk menentukan siapa yang bisa dijadikan tersangka. Tanpa itu, langkah hukum KPK bisa lemah,” ujar Huda.
Akan tetapi, Huda mempertanyakan langkah KPK yang lebih dulu menyebut adanya kerugian negara hingga Rp1 triliun sebelum adanya hasil audit final dari BPK.
“Kasus haji ini kan duit jemaah, bukan uang negara. Jadi bagaimana menghitung adanya kerugian keuangan negara?,” ucapnya.
Selain itu, Huda menilai konstruksi hukumnya menjadi janggal jika kasus ini dipaksakan menggunakan pasal kerugian keuangan negara.
“Saya pikir KPK mau pakai pasal pemerasan dalam jabatan, tapi ternyata yang dipakai pasal kerugian negara. Bagaimana mengkonstruksinya?” ujar Huda.
Sebelumnya, KPK mengklaim penyidikan dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama menunjukkan progres signifikan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, hingga kini penyidik telah memeriksa lebih dari 300 biro travel atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
“Penyidikan perkara ini memang masih terus berprogres dan progresnya sangat positif,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/10).
Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan bersama auditor BPK dalam rangka finalisasi penghitungan kerugian negara.
“Sampai hari ini sudah lebih dari 300 biro travel yang diperiksa oleh penyidik KPK maupun auditor BPK,” ungkapnya.
Menurut Budi, pemeriksaan dilakukan secara maraton untuk mempercepat penyelesaian kasus tersebut.
“Dengan pemeriksaan secara intensif ini, harapannya penyidikan perkara haji bisa sat set, lebih cepat, sehingga bisa segera kita tuntaskan,” tegasnya.
Meski demikian, hingga lebih dari sebulan sejak janji pengumuman tersangka disampaikan, KPK belum juga mengumumkan siapa pihak yang akan dijerat.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sebelumnya memastikan pengumuman tersangka akan dilakukan “dalam waktu dekat.”
“Kapan ini ditetapkan tersangkanya? Dalam waktu dekat, pokoknya dalam waktu dekat,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (10/9).
Asep menyebut pengumuman itu nantinya akan dilakukan melalui konferensi pers resmi. “Nanti dikabarkan ya, pasti dikonperskan dalam waktu dekat ini. Dipantengin saja,” ujarnya.
Namun hingga kini, pengumuman tersebut belum terealisasi. Asep kemudian meminta publik bersabar lantaran penyidik masih mendalami keterangan berbagai pihak terkait dugaan korupsi dalam pembagian kuota tambahan haji 2023–2024 di era Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Dev/P-3)
KPK resmi mencegah Asrul Azis Taba dan Ismail Adham ke luar negeri terkait dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang menyeret eks Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Lebih dari 2.000 warga Nabire harus menunggu hingga 28 tahun untuk berangkat haji. Apa yang menyebabkan antrean panjang ini? Simak penjelasan lengkapnya!
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mengkaji skema haji tanpa memerlukan antre lama di Indonesia.
Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan manipulasi pembagian 20 ribu kuota haji tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.
KPK panggil lima saksi swasta dalam kasus dugaan korupsi kuota haji Kemenag. Pembagian kuota tambahan disorot karena diduga tak sesuai aturan.
Pertemuan itu diduga kuat menjadi pemicu lahirnya diskresi pembagian rata kuota tambahan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti persoalan Stadion Barombong jika ditemukan bukti awal adanya dugaan tindak pidana korupsi.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Bantuan keuangan partai politik dari negara (Banpol) saat ini masih sangat minim, bahkan tidak mencapai dua persen dari total kebutuhan partai.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved