Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Tim Hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto mengaku belum mengetahui perihal pengunduran diri Haris Azhar sebagai saksi. IA mengatakan yang bertugas mengumpulkan saksi adalah Teuku Nasrullah dan Iwan Satriawan. Maka dari itu, ia perlu memastikan kepada tim hukumnya terlebih dahulu.
"Suratnya dari mana? Saya belum tahu. Kalau itu ada, mungkin bagus. Tapi saya belum pernah melihat itu. Makanya harus saya tanya sama teman-teman saya yang urus itu," kata Bambang ditemui ketika sidang diskors, Rabu (19/6).
Selain itu, Bambang juga belum menyampaikan langkah selanjutnya untuk menggantikan Haris Azhar yang mundur sebagai saksi.
"Pertanyaan bagus, tapi nanti akan saya tanya dengan teman-teman lain," imbuhnya.
Tim kuasa hukum Prabowo-Sandi lainnya, Teuku Nasrullah, mengaku baru mengetahui perihal pengunduran diri Haris Azhar sebagai saksi.
Baca juga: Argumentasi Kualitatif Tutupi Ketidakmampuan BPN Buktikan Dalil
Nasrullah heran Haris Azhar memutuskan mundur sebagai saksi. Padahal, lanjut dia, Haris sudah menyatakan kesiapan untuk menjadi saksi.
"Belum tahu dia mundur, kita baru dengar. Ya kita nggak tau apa yang terjadi membuat dia mundur. Bahkan, dia bilang confirm dan ready jadi saksi," kata Nasrullah.
Sebelumnya, pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar mengundurkan diri menjadi saksi fakta tim hukum Prabowo-Sandi pada lanjutan sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) kali ini.
"Saya menyatakan tidak bersedia untuk hadir sebagai saksi dalam sidang sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini," kata Haris dalam keterangan tertulis, Rabu (19/6).(OL-5)
Mahkamah menilai frasa “kerugian negara” yang tercantum dalam Pasal 20 ayat (5) dan ayat (6) UU Administrasi Pemerintahan tidak dapat dibiarkan tanpa penafsiran yang tegas.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Peradilan militer bukan bentuk impunitas, melainkan mekanisme akuntabilitas yang memiliki dasar konstitusional dalam UUD 1945.
Dimas Bagus Arya Saputra, menyoroti praktik peradilan militer dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM berat, termasuk kasus penculikan aktivis 1997–1998 oleh Tim Mawar.
Rencana revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memicu perdebatan hangat mengenai besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menyusun RUU Pemilu mematangkan kajian, menghindari adanya gugatan berulang ke MK
Jika pada panggilan kedua Juni mendatang pihak termohon tetap mangkir, pengadilan memiliki kewenangan untuk melakukan pengosongan secara paksa.
Perkara ini bermula dari hubungan kerja sama bisnis di bidang pemasaran asuransi. Pada 6 Agustus 2018,
Fickar menambahkan bahwa tindakan oknum aparat yang sewenang-wenang dapat merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat, Iptu Rangga, menegaskan bahwa perkara ini bukan konflik antara perusahaan dan masyarakat,
Konflik kedua negara kembali memanas akibat perselisihan batas yang sudah berlangsung turun-temurun sejak era kolonial Prancis.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved