Kandidat Putri Indonesia Belajar Antikorupsi di KPK

Dero Iqbal Mahendra
06/3/2019 13:24
Kandidat Putri Indonesia Belajar Antikorupsi di KPK
(Rommy Pujianto/MI)

SEBANYAK 39 finalis putri Indonesia pagi ini datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bagian dari rangkaian pembekalan bagi mereka terkait pemberantasan korupsi. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi Yayasan Putri Indonesia.

"Para finalis nantinya akan mendapatkan pemahaman tentang pemberantasan korupsi. Sehingga diharapkan nilai-nilai antikorupsi dapat terinternalisasi dan masing-masing bisa menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi, baik untuk diri sendiri ataupun lingkungan sekitar," tutur Jusru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (6/3).

Menyambung Febri, kesempatan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan bahwa kedatangan finalis Putri Indonesia untuk mendapatkan penfidikan antikorupsi sudah dimulai sejak lama. Setidaknya sudah dilakukan sejak era kepemimpinan dari Abraham Samad.

Alex menceritakan banyak tahanan KPK yang berasal dari kalangan pejabat umumnya jatuh karena tiga hal, yakni tahta, harta, dan wanita.

"Ada yang mencari hartanya untuk mendapatkan kekuasaan, ketika mendapat kekuasaan dan harta salah satu pelariannya adalah wanita. Kami tidak ingin mbak-mbak sekalian kedepannya jatuh ke hal yang negatif," tutur Alex.

Baca juga: Putri Indonesia Gaungkan Persatuan

Alex menyampaikan pihaknya berharap para calon Putri Indonesia dapat membawa diri dan berani bersikap jujur. Sebab berdasarkan survei KPK di Yogyakarta pada 2015 kepada para ibu terkait penanaman nilai antikorupsi, hanya 5% yang menanamkan nilai tersebut ke anaknya.

Menurut Alex para ibu saat ini lebih khawatir jika nilai matematika anaknya mendapat angka merah dibandingkan sikap dan perbuatan anaknya yang tidak mengikuti tata aturan. Padahal jika nanti anak tersebut dewasa dan terbiasa melanggar hukum, hal tersebut akan menjadi persoalan.

"Persoalan pemberantasan korupsi tidak hanya soal Operasi Tangkap Tangan, karena hanya terkait penindakan. Tetapi, kami sangat fokus dengan pencegahan korupsi dan itu bisa dilakukan sejak dini," terang Alex.

Dia mengharapkan para kandidat Putri Indonesia dapat menyebarkan nilai nilai antikorupsi di media sosial dan menjadi agen KPK. Alex  juga mendoakan siapa pun yang akan jadi Putri Indonesia, dia adalah orang yang dapat membawa nama baik Indonesia di kancah Internasional. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya