Mantap! Angka Korupsi pada 2025 Turun, di Singapura

Andhika Prasetyo
29/4/2026 09:51
Mantap! Angka Korupsi pada 2025 Turun, di Singapura
ilustrasi(Antara)

 

Biro Investigasi Praktik Korupsi (Corrupt Practices Investigation Bureau/CPIB) Singapura melaporkan bahwa situasi korupsi di negara tersebut tetap terkendali dengan baik sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Selasa (28/4), jumlah laporan yang diterima maupun kasus yang diselidiki menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

 

Dalam pernyataan resminya, CPIB mencatat telah menerima 160 laporan terkait korupsi pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 177 laporan. Sejalan dengan itu, jumlah kasus yang terdaftar untuk diselidiki juga berkurang menjadi 68 kasus, turun dari 75 kasus pada tahun sebelumnya.

Dari total 68 kasus yang diselidiki pada 2025, integritas sektor publik Singapura terlihat sangat menonjol. Tercatat hanya satu kasus yang melibatkan sektor publik secara langsung. Menariknya, sebanyak 22 kasus atau sekitar 32 persen dari total penyelidikan justru bermula dari tindakan pegawai sektor publik yang secara tegas menolak suap yang ditawarkan oleh anggota masyarakat.

Dominasi Sektor Swasta dalam Tuntutan Hukum

Terkait penegakan hukum, sebanyak 90 orang telah dituntut di pengadilan atas berbagai pelanggaran yang diselidiki oleh CPIB sepanjang tahun 2025. Komposisi terdakwa menunjukkan dominasi dari sektor non-pemerintah:

  • Sektor Swasta: 84 orang (94 persen dari total tuntutan).
  • Sektor Publik: 6 orang (6 persen dari total tuntutan).

CPIB mengidentifikasi bahwa dalam satu dekade terakhir, praktik korupsi di sektor swasta cenderung terpusat pada tiga industri utama, yakni konstruksi, manufaktur, serta transportasi dan penyimpanan. Ketiga sektor ini dinilai sebagai bidang yang paling rentan terhadap praktik suap dan gratifikasi.

Statistik Kunci CPIB 2025:
Total Laporan 160 (Turun 10%)
Kasus Diselidiki 68 Kasus
Indeks Kepuasan Publik 98% Positif

Persepsi Publik dan Faktor Keberhasilan

Kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi di Singapura tetap berada di level yang sangat tinggi. Hasil survei CPIB menunjukkan bahwa 98 persen responden menilai situasi korupsi di negara tersebut dalam kategori baik, sangat baik, atau luar biasa baik.

Masyarakat mengidentifikasi tiga faktor utama yang menjadi pilar rendahnya tingkat korupsi di Singapura:

  1. Niat politik (political will) yang kuat dari pemerintah.
  2. Budaya nol toleransi terhadap korupsi yang mendarah daging.
  3. Undang-undang antikorupsi yang efektif dan ditegakkan secara konsisten.

"Situasi korupsi di Singapura tetap terkendali dengan baik. CPIB akan terus melakukan penegakan hukum yang efektif terhadap para pelaku korupsi serta memperdalam kemitraan dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat guna menjaga negara kita bebas dari korupsi," tegas pihak CPIB dalam pernyataan penutupnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya