Flesh and Bones: Menelusuri Rahasia Tubuh Manusia di ArtScience Museum

Basuki Eka Purnama
09/4/2026 07:46
Flesh and Bones: Menelusuri Rahasia Tubuh Manusia di ArtScience Museum
Pameran Flesh and Bones di ArtScience Museum(MI/HO)

ARTSCIENCE Museum mengajak pengunjung untuk menyelami lebih dalam rahasia yang paling dekat dengan diri kita sendiri: tubuh manusia. Melalui pameran bertajuk Flesh and Bones: The Art of Anatomy, museum ikonik di Marina Bay Sands ini menghadirkan perpaduan memukau antara seni, sains, memori, dan tradisi.

Dibuka perdana pada 21 Maret 2026, pameran ini sekaligus menandai perayaan ulang tahun ke-15 ArtScience Museum. Pengunjung diajak menelusuri bagaimana tubuh manusia dipelajari, dibayangkan, dan direpresentasikan lintas waktu serta budaya, mulai dari bentuk fisik yang nyata hingga lanskap tersembunyi di balik kulit.

Perpaduan Mahakarya Sejarah dan Seni Kontemporer

Pameran ini menampilkan lebih dari 160 artefak dan karya seni, termasuk mahakarya bersejarah dari proyek Getty Research Institute, Los Angeles, yang dikurasi oleh Dr. Monique Kornell. Koleksi pinjaman dari Getty mencakup ilustrasi berukuran nyata, atlas anatomi, hingga manuskrip medis langka yang mengungkap evolusi pemahaman manusia terhadap anatomi.

Honor Harger, Vice President ArtScience Museum, menjelaskan bahwa pameran ini menceritakan perjalanan anatomi sebagai praktik yang terus berkembang.

"Di berbagai budaya dan era, bidang anatomi dibentuk tidak hanya oleh pencarian ilmiah, tetapi juga oleh sistem kepercayaan, teknologi visualisasi, dan eksplorasi artistik," ujarnya.

Berikut adalah rincian utama mengenai pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy:

Kategori Detail Informasi
Periode Pameran 21 Maret – 16 Agustus 2026
Jumlah Artefak Lebih dari 160 item (termasuk 33 karya seni kontemporer)
Sorotan Utama Ukiran anatomi Antonio Cattani (Abad ke-18), Instalasi Chiharu Shiota, VR Evolver
Kolaborator Utama Getty Research Institute, NTU Singapore, Singapore College of TCM
Spesimen Medis 20 spesimen tubuh manusia (patologis & plastinasi)

Pengalaman Imersif: Dari Benang Merah hingga Realitas Virtual

Perjalanan pengunjung dimulai dengan The Network Within (2026), sebuah instalasi megah karya seniman Jepang, Chiharu Shiota. Menggunakan jalinan benang merah yang menjadi ciri khasnya, Shiota menggambarkan sistem sirkulasi darah dan jalur pernapasan sebagai simbol hubungan antara memori dan sejarah manusia.

Di bagian tengah, terdapat instalasi audiovisual imersif berjudul Evolver (2022) karya Marshmallow Laser Feast. Melalui proyeksi skala besar dan teknologi VR, pengunjung dibawa mengikuti perjalanan oksigen di dalam paru-paru. Pengalaman ini semakin dramatis dengan narasi dari aktris pemenang Oscar, Cate Blanchett, serta iringan musik dari Jonny Greenwood (Radiohead).

Perspektif Asia dan Penghormatan bagi 'Silent Mentor'

Flesh and Bones juga memberikan ruang luas bagi perspektif Asia. Terdapat galeri khusus Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) yang menampilkan lebih dari 40 koleksi pinjaman dari Singapore College of Traditional Chinese Medicine. Berbeda dengan anatomi Barat, TCM memandang tubuh sebagai jaringan aliran energi dan keseimbangan.

Salah satu bagian yang paling menyentuh adalah tampilan 20 spesimen tubuh manusia asli. Selain untuk edukasi medis, bagian ini memperkenalkan program Silent Mentor. Program ini memberikan penghormatan bagi para donor tubuh yang dipandang oleh mahasiswa kedokteran sebagai "guru pertama" mereka, menekankan nilai empati dan kemanusiaan di balik ilmu anatomi. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya