Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan kekerasan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta. Pemda DIY menegaskan pentingnya asesmen menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis, bagi seluruh anak yang menjadi korban.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3APP) DIY, Erlina Hidayati Sumardi, menyatakan bahwa dampak kekerasan anak bersifat personal dan berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh durasi penitipan anak di fasilitas tersebut, yang diketahui bervariasi dari hitungan bulan hingga tahunan.
“Dampaknya terhadap anak tentu berbeda-beda, tergantung kondisi masing-masing. Dampak yang muncul bisa beragam, tidak hanya psikologis, tetapi juga kesehatan dan tumbuh kembang. Karena itu diperlukan asesmen,” ujar Erlina di Yogyakarta, Minggu (26/4/2026).
Erlina menjelaskan bahwa proses asesmen tidak hanya menyasar aspek mental, tetapi juga pemeriksaan fisik untuk memastikan kondisi kesehatan serta tumbuh kembang anak tidak terganggu. Selain anak, pendampingan psikologis juga diberikan kepada para orang tua yang mengalami trauma mendalam atas kejadian ini.
Pemerintah telah menyiapkan layanan pendampingan tanpa biaya melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) di tingkat Kota Yogyakarta maupun Provinsi DIY. Mengingat domisili orang tua korban yang tersebar, UPT PPA Kabupaten Sleman dan Bantul juga turut dilibatkan.
Kasus ini mencuat setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan di Daycare Little Aresha pada Jumat (24/4/2026). Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, mengungkapkan bahwa tindakan tegas tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan mantan karyawan.
“Pelapor melihat adanya perlakuan tidak layak terhadap bayi dan anak, termasuk dugaan penganiayaan dan penelantaran, sehingga memutuskan mengundurkan diri dan melapor,” jelas Kapolresta.
Berdasarkan data kepolisian, tercatat total 103 anak pernah dititipkan di daycare tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 anak telah terverifikasi mengalami kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah akan mengoptimalkan pusat pembelajaran keluarga di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul, serta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat guna memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang tepat. (Ant/H-3)
IDAI mendorong daycare mematuhi regulasi PAUD dan standar nasional untuk mencegah kekerasan anak serta memastikan tumbuh kembang yang optimal.
Setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyusun peraturan walikota (perwal) yang mengintegrasikan kebijakan dari Kemendikdasmen dan KemenPPPA.
IDAI menegaskan bahwa daycare atau Taman Penitipan Anak (TPA) seharusnya dipahami sebagai tempat pengasuhan, bukan sekadar tempat menitipkan anak.
KPAI mengutuk keras kekerasan terhadap 53 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Jasra Putra soroti lemahnya pengawasan dan regulasi daycare di daerah.
Pemkot Banda Aceh resmi menutup Daycare Baby Preneur setelah kasus penganiayaan balita viral. Terungkap bahwa tempat penitipan anak tersebut tidak memiliki izin.
Mahkamah Agung menurunkan tim dan Badan Pengawasan untuk memeriksa dugaan keterlibatan hakim dalam yayasan daycare Little Aresha Yogyakarta.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyoroti kasus kekerasan anak di daycare ilegal Little Aresha dan meminta seluruh tempat penitipan anak tanpa izin resmi ditutup sementara.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mendesak polisi mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap 103 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
GUBERNUR DI Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X, menyesalkan terjadinya tindak kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved