Damkar Makassar Siapkan 60 Unit Armada untuk Perang Lawan Kekeringan El Nino Godzilla

Lina Herlina
17/4/2026 17:30
Damkar Makassar Siapkan 60 Unit Armada untuk Perang Lawan Kekeringan El Nino Godzilla
Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang(MI/Lina Herlina)

PEMERINTAH Kota Makassar tidak bisa lagi menganggap remeh ancaman musim kemarau tahun ini. Setelah mencermati peringatan dini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang fenomena El Nino Godzilla yang diprediksi lebih ganas dari tahun-tahun sebelumnya.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar resmi mengubah statusnya. Bukan hanya sebagai pembasmi api tetapi juga sebagai pengirim air darurat.

Mulai Jumat (17/4), sebanyak 7 posko siaga dan 60 unit armada dikerahkan dalam misi ganda: melawan kobaran api sekaligus mengatasi krisis air bersih.

"Fokus utama kami dua hal ekstrem, kebakaran lahan dan kekeringan hebat. Karena itu, kami membentuk posko khusus untuk respons cepat," tegas Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, di kantornya, Jumat (17/4).

Fadli merinci, tujuh posko tersebut bukan sekadar tenda darurat, melainkan komando lapangan yang tersebar secara strategis. 

Satu posko induk berada di Mako Jalan Ratulangi, ditambah enam posko pendukung yang siap melesat kapan saja di Akarena, Ujung Tanah, KIMA, Tamalanrea, Todopuli, dan Manggala

"Total tujuh posko aktif. Ini untuk memastikan kami tidak kehilangan menit berharga ketika keadaan darurat terjadi," ujar Fadli.

Yang membuat langkah ini unik adalah alokasi armada. Damkarmat saat ini memiliki sekitar 60 unit kendaraan pemadam dan tangki air. 

Di musim kemarau ekstrem ini, armada tersebut akan dipinjamkan fungsinya untuk membantu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mendistribusikan air bersih ke permukiman yang mulai mengering.

Namun, Fadli memastikan hal itu tidak akan mengorbankan tugas utama mereka."Sebagian besar armada tetap kami siagakan untuk kebakaran. Kami hanya melakukan backup distribusi air. Prioritas tetap pada potensi api yang bisa membesar kapan saja," jelasnya.

Fadli juga menyoroti bahwa karakter kebakaran di Makassar kini semakin kompleks. Selain rumput kering di lahan kosong yang mudah tersulut puntung rokok atau pembakaran sampah, kini muncul ancaman modern, kebakaran baterai kendaraan listrik.

"Penanganan kebakaran saat ini berbeda. Ada kasus baterai listrik yang butuh alat khusus seperti fire blanket. Sayangnya, kami belum memiliki itu," ungkapnya jujur.

Tidak hanya itu, Damkarmat Makassar juga masih minim armada air untuk wilayah perairan. Saat ini baru tersedia perahu karet, sementara kebutuhan akan speedboat atau fireboat khusus untuk kebakaran di area dermaga dan perairan sangat mendesak.

Di tengah kesiapan personel dan armada, Fadli menitipkan pesan serius kepada masyarakat. "Rumput kering itu seperti bubuk mesiu. Satu puntung rokok atau satu kali bakar sampah sembarangan, bisa meledak jadi kebakaran besar," serunya 

Ia meminta peran aktif pemerintah hingga tingkat RT dan RW untuk bersama-sama mengawasi titik-titik rawan. Karena menurutnya, pencegahan dini dari warga jauh lebih efektif daripada 60 armada sekalipun.

Dengan segala keterbatasan alat namun penuh kesiapan strategi, Pemerintah Kota Makassar berharap fenomena El Nino Godzilla tahun ini tidak berubah menjadi bencana multidimensi. (LN/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya