Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya untuk kebutuhan makanan dan minuman takeaway. Ajakan ini dicanangkan sebagai respon atas meningkatnya harga plastik yang cukup signifikan dan ini bukan hanya di Kota Bandung, tapi di daerah lain seluruh Indonesia.
"Kenaikan harga plastik bahkan mencapai hingga 10 kali lipat. Kondisi ini menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Kalau plastik itu datang dari pabriknya dan kita tahu harganya meningkat sampai 10 kali lipat," ucap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Selasa (14/4).
Farhan menilai kenaikan harga plastik ini, dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan kemasan, terutama plastik sekali pakai. Ia mengajak masyarakat untuk mulai beralih menggunakan wadah yang dapat dipakai ulang, seperti tempat makan atau botol yang sudah dimiliki di rumah.
“Lebih baik menggunakan tempat botram yang ada di rumah untuk makanan takeawaye. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan wadah pakai ulang juga lebih ekonomis bagi masyarakat dalam jangka panjang," tandasnya.
Farhan menyebut, langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah plastik di Kota Bandung yang selama ini menjadi salah satu permasalahan lingkungan. Saat ini pendekatan yang dilakukan pemerintah lebih mengarah kepada kesadaran konsumen, bukan semata-mata pembatasan dari sisi produksi.
“Ini pendekatannya ke konsumen agar beralih dari kontainer plastik sekali pakai menjadi kontainer yang bisa dipakai ulang,” tandasnya.
Sementara itu kenaikan harga palstik juga sempat menghambat distribusi Minyakita di sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar). Namun kendati demikian persediaan Minyakita di wilayah Jabar dalam posisi aman
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani menjelaskan, keterlambatan distribusi Minyakita dan beras dari bantuan bahan pokok (bapok) dari pemerintah disebabkan masalah kemasan atau plastik pembungkus. Tapi sekarang sudah bisa teratasi.
"Memang karena ada keterlambatan itu sempat terjadi kenaikan harga Minyakita di pasar yang sedikit melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni, Rp15.700 per liter. Kami lihat masih di angka Rp15.800 sampai Rp15.900 per liter, ini karena keterlambatan pasokan kemasan, setelah dilakukan pengecekan ke Bulog dan ID Food," bebernya.
Nining menambahkan untuk pasokan kuota Minyakita untuk Jabar, itu sangat bergantung pada besaran ekspor Crude Palm Oil (CPO) secara nasional melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Rata-rata pasokan Minyakita untuk Jabar sekitar 23.000 liter per bulan. Jadi tidak bisa dipastikan setiap bulan, bergantung pada posisi ekspor CPO.(H-2)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Ketua DPR Puan Maharani mendorong masyarakat dan UMKM beralih ke kemasan alami seperti daun pisang di tengah lonjakan harga plastik.
Pemkot Ambon siapkan aturan pembatasan dan dorong warga beralih ke bahan ramah lingkungan. Harga kantong plastik di Ambon melonjak hingga 50 persen.
PARA perajin tahu dan tempe di wilayah Priangan Timur kini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
Meskipun masih banyak tersedia bahan pengganti yang ramah lingkungan, namun tidak seluruhnya dapat menggantikan plastik untuk menunjang gerak usaha.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Pekanbaru mengumpulkan sejumlah distributor besar penjualan minyak goreng kemasan Minyakita, di Komplek Perkantoran Pemerintah, Tenayan Raya.
IBU rumah tangga dan pemilik warung jajanan di Provinsi Aceh menyatakan kekecewaan mendalam terhadap distribusi minyak goreng subsidi, Minyakita.
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
KETERSEDIAAN minyak goreng merek Minyakita di Batam saat ini masih tersendat. Namun, masyarakat diminta untuk tidak panik karena harga di pasaran tetap stabil
Minyakita laku keras di Pasar Gedhe Klaten karena harga terjangkau Rp15.700/liter. Pedagang berharap pasokan ditambah guna penuhi permintaan warga.
KELANGKAAN minyak goreng bersubsidi Minyakita masih terjadi di sejumlah wilayah di Batam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved