Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IBU rumah tangga dan pemilik warung jajanan di Provinsi Aceh menyatakan kekecewaan mendalam terhadap distribusi minyak goreng subsidi, Minyakita. Dalam sebulan terakhir, minyak goreng yang seharusnya menjadi solusi pangan murah bagi masyarakat justru sulit didapat dan harganya melonjak tajam.
Harapan warga untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau kini berujung pada kekecewaan. Berdasarkan pantauan Media Indonesia di pusat pasar bahan pokok Kota Sigli, Kabupaten Pidie, harga Minyakita kemasan bantal maupun kemasan plastik berdiri telah menyentuh angka Rp20.000/liter.
Kondisi ini sangat kontras dengan tarif Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, untuk Minyakita kemasan botol plastik, harganya mencapai Rp.21.000/liter Angka tersebut lebih mahal dibandingkan harga minyak goreng curah non-subsidi yang berada di kisaran Mata Uang Rupiah 20.000 per liter.
Muslim, salah seorang pedagang bahan pokok di Kota Sigli, mengungkapkan bahwa para pedagang berada dalam posisi sulit karena harga modal dari distributor sudah melampaui HET.
"Harga modal saja sudah lebih dari tarif HET pemerintah, bagaimana kami bisa menjual sesuai tarif resmi? Pedagang berada pada posisi sulit karena harga sudah kacau balau," ujar Muslim, Senin (27/4).
Selain persoalan harga, ketersediaan stok juga menjadi masalah serius. Minyakita kini jarang ditemukan di tingkat pengecer. Toko-toko yang biasanya menyediakan stok untuk masyarakat menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro kini sering kehabisan pasokan.
Ikhwan, pedagang eceran di Pasar Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, mengeluhkan sulitnya mendapatkan barang meskipun sudah memesan terlebih dahulu.
"Bukan saja naik harga, untuk memperoleh barang juga sulit. Kadang kemarin stoknya ada, tapi saat hendak diambil sudah habis diborong orang lain," keluhnya.
Kondisi ini tidak hanya meresahkan ibu rumah tangga, tetapi juga memukul para pedagang jajanan dan pemilik warung nasi. Dengan modal yang terbatas, kenaikan harga minyak goreng subsidi ini mengancam keberlangsungan usaha mereka.
Putri, seorang pedagang gorengan di Sigli, mengaku tidak bisa menaikkan harga jual makanannya meskipun biaya produksi membengkak. "Harga makanan yang kami jual tidak naik, sementara minyak murah tidak ada. Kondisinya sangat sulit, apalagi Minyakita sudah langka di banyak pengecer," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk menormalisasi pasokan dan mengontrol harga Minyakita di pasar agar kembali sesuai dengan HET yang berlaku. (MR/E-4)
Harga minyak goreng nasional naik 1,2% dengan rata-rata Rp19.500 per liter. Simak rincian harga Minyakita, curah, hingga kemasan premium di sini.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Pekanbaru mengumpulkan sejumlah distributor besar penjualan minyak goreng kemasan Minyakita, di Komplek Perkantoran Pemerintah, Tenayan Raya.
PERUM Bulog menegaskan stok beras dan minyak goreng Minyakita dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung penyaluran Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret yang disalurkan sekaligus.
Kenaikan harga Minyakita berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam distribusi maupun penetapan harga
Naiknya harga Minyakita disebabkan program bantuan pangan yang disalurkan pemerintah kepada 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved