Minyakita Mahal dan Langka di Aceh, Warga Kecewa

Amiruddin Abdullah Reubee
28/4/2026 10:11
Minyakita Mahal dan Langka di Aceh, Warga Kecewa
uhammad Habibi, 10, memegang manyak goreng minyakita di pasar Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

IBU rumah tangga dan pemilik warung jajanan di Provinsi Aceh menyatakan kekecewaan mendalam terhadap distribusi minyak goreng subsidi, Minyakita. Dalam sebulan terakhir, minyak goreng yang seharusnya menjadi solusi pangan murah bagi masyarakat justru sulit didapat dan harganya melonjak tajam.

Harapan warga untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau kini berujung pada kekecewaan. Berdasarkan pantauan Media Indonesia di pusat pasar bahan pokok Kota Sigli, Kabupaten Pidie, harga Minyakita kemasan bantal maupun kemasan plastik berdiri telah menyentuh angka Rp20.000/liter.

Kondisi ini sangat kontras dengan tarif Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, untuk Minyakita kemasan botol plastik, harganya mencapai Rp.21.000/liter Angka tersebut lebih mahal dibandingkan harga minyak goreng curah non-subsidi yang berada di kisaran Mata Uang Rupiah 20.000 per liter.

Pedagang Terjepit Harga Modal

Muslim, salah seorang pedagang bahan pokok di Kota Sigli, mengungkapkan bahwa para pedagang berada dalam posisi sulit karena harga modal dari distributor sudah melampaui HET.

"Harga modal saja sudah lebih dari tarif HET pemerintah, bagaimana kami bisa menjual sesuai tarif resmi? Pedagang berada pada posisi sulit karena harga sudah kacau balau," ujar Muslim, Senin (27/4).

Selain persoalan harga, ketersediaan stok juga menjadi masalah serius. Minyakita kini jarang ditemukan di tingkat pengecer. Toko-toko yang biasanya menyediakan stok untuk masyarakat menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro kini sering kehabisan pasokan.

Ikhwan, pedagang eceran di Pasar Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, mengeluhkan sulitnya mendapatkan barang meskipun sudah memesan terlebih dahulu.

"Bukan saja naik harga, untuk memperoleh barang juga sulit. Kadang kemarin stoknya ada, tapi saat hendak diambil sudah habis diborong orang lain," keluhnya.

Dampak Sektor Usaha Kecil:
  • Harga Minyakita Kemasan Bantal: Rp20.000/liter
  • Harga Minyakita Kemasan Botol: Rp21.000/liter
  • Harga Minyak Goreng Curah: Rp20.000/liter

Keluhan Pelaku UMKM

Kondisi ini tidak hanya meresahkan ibu rumah tangga, tetapi juga memukul para pedagang jajanan dan pemilik warung nasi. Dengan modal yang terbatas, kenaikan harga minyak goreng subsidi ini mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Putri, seorang pedagang gorengan di Sigli, mengaku tidak bisa menaikkan harga jual makanannya meskipun biaya produksi membengkak. "Harga makanan yang kami jual tidak naik, sementara minyak murah tidak ada. Kondisinya sangat sulit, apalagi Minyakita sudah langka di banyak pengecer," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk menormalisasi pasokan dan mengontrol harga Minyakita di pasar agar kembali sesuai dengan HET yang berlaku. (MR/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya