Harga Plastik di Ambon Meroket, Warga mulai Beralih ke Daun

Irvan Sihombing
15/4/2026 19:33
Harga Plastik di Ambon Meroket, Warga mulai Beralih ke Daun
Ilustrasi(Antara)

PEMERINTAH Kota Ambon mulai merancang aturan tegas pembatasan kantong plastik sekali pakai menyusul lonjakan harga kresek yang mencapai 50% di pasar tradisional. Selain demi kelestarian lingkungan, kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya operasional pedagang di Pasar Mardika yang kini tercekik harga plastik hingga Rp60 ribu per pak.

Lonjakan harga kantong plastik di Ambon mendorong masyarakat mulai beralih ke bahan alami seperti daun untuk membungkus barang dan makanan. Kenaikan harga ini juga memicu langkah cepat dari pemerintah daerah untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menginstruksikan pengkajian teknis untuk menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai respons atas kondisi geopolitik global yang memicu mahalnya bahan baku plastik. Bodewin mengajak masyarakat beradaptasi dengan kondisi tersebut dengan mengurangi ketergantungan terhadap plastik.

“Kondisi ini harus direspons dengan adaptasi masyarakat, salah satunya dengan mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai. Kalau harga plastik naik, mari kita kurangi penggunaannya. Kearifan lokal kita dari dulu sudah mengajarkan, seperti pakai daun untuk bungkus makanan,” ujarnya di Ambon, Rabu.

Menurut Bodewin, kenaikan harga plastik tidak lepas dari dampak kondisi geopolitik global yang memengaruhi distribusi dan bahan baku.

“Kita diperhadapkan dengan banyak hal akibat kondisi geopolitik, dampaknya terasa sampai ke daerah. Termasuk kenaikan sewa mobil kontainer dan plastik,” katanya.

Pemkot Ambon akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan kajian teknis sebelum menerbitkan kebijakan resmi, baik berupa imbauan, surat edaran, hingga kemungkinan peraturan wali kota.

Pedagang Keluhkan Biaya Operasional

Kenaikan harga plastik juga dikeluhkan pedagang di Pasar Mardika. Harga kantong plastik dilaporkan naik hingga 50 persen sejak awal April 2026.

Untuk ukuran satu kilogram, harga yang sebelumnya sekitar Rp16 ribu per 10 pak kini melonjak menjadi Rp26 ribu hingga Rp30 ribu. Sementara ukuran tiga kilogram naik dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per 10 pak.

Kondisi ini memaksa pedagang membatasi penggunaan kantong plastik kepada pembeli guna menekan biaya operasional.

Daya Beli Melemah, Harga Cabai Tinggi

Selain harga plastik, pedagang juga mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat akibat tingginya harga kebutuhan pokok. Salah satu komoditas yang masih mahal adalah cabai rawit yang berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram.

Pemkot Ambon mengimbau masyarakat untuk mulai beralih ke penggunaan bahan ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang, sekaligus menekan dampak ekonomi dari lonjakan harga plastik serta menjaga kelestarian lingkungan. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya