Minyak Goreng MinyaKita Laku Keras di Pasar Gedhe Klaten

Djoko Sardjono
23/4/2026 11:05
Minyak Goreng MinyaKita Laku Keras di Pasar Gedhe Klaten
Ilustrasi.(Antara)

PEDAGANG sembilan bahan pokok di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, berharap penyaluran minyak goreng Minyakita diperbanyak. Hal ini menyusul tingginya permintaan masyarakat terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau tersebut.

Meskipun pemerintah melalui Perum Bulog rutin menyalurkan Minyakita setiap pekan, pasokan yang diterima para pedagang pasar dinilai masih sangat terbatas dan belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen yang terus meningkat.

Susana, salah satu pedagang sembako di lantai dasar Pasar Gedhe Klaten, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menerima pasokan sebanyak empat dus pada Rabu (22/4). Namun, jumlah tersebut dirasa jauh dari cukup.

"Hari ini, para pedagang bahan pokok mendapat pasokan Minyakita, tetapi sangat terbatas. Saya dikasih empat dus, sedangkan kios sebelah hanya tiga dus. Memang jumlahnya tidak sama," ujar Susana kepada Media Indonesia.

Laku Keras dalam Tiga Hari

Menurut Susana, ketersediaan Minyakita sangat dinantikan oleh warga. Karena harganya yang murah, stok yang baru datang biasanya langsung ludes terjual dalam waktu singkat.

"Minyakita ini minyak goreng rakyat, harga murah. Saya jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter, sebagaimana ketentuan dalam Keputusan Menteri Perdagangan No 1028 Tahun 2024," jelasnya. Ia menambahkan, stok yang baru tiba biasanya habis hanya dalam waktu tiga hari.

Perbandingan Harga Minyak Goreng di Pasar Gedhe Klaten:
  • Minyakita: Rp15.700 per liter (Sesuai HET)
  • Minyak Goreng Curah: Rp21.000 - Rp22.000 per kilogram
  • Minyak Goreng Premium: Rp24.000 per liter

Pilihan Utama Pelaku Usaha Kecil

Tatik, seorang warga Klaten Utara yang juga penjual gorengan, mengaku sangat terbantu dengan adanya Minyakita. Ia menyebut selisih harga dengan minyak goreng curah sangat besar.

"Saya beli Minyakita Rp15.700 per liter, cukup murah. Kalau minyak curah atau premium, bagi saya selaku penjual gorengan itu terasa mahal. Alhamdulillah di pasar masih ada Minyakita meskipun harus cepat-cepatan," kata Tatik.

Para pedagang dan pembeli di Klaten berharap pemerintah dapat menjamin stabilitas pasokan Minyakita di pasar tradisional agar masyarakat kecil tetap dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang ditetapkan pemerintah. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya