Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman, Kenaikan Harga Dipicu Biaya Kemasan Plastik

Media Indonesia
22/4/2026 01:57
Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman, Kenaikan Harga Dipicu Biaya Kemasan Plastik
Ilustrasi(MI/M Taufan SP Bustan)

MENTERI Perdagangan, Budi Santoso, memastikan bahwa pasokan minyak goreng nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, harga di pasar mengalami kenaikan yang salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya biaya kemasan plastik.

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga minyak goreng rakyat dengan merek Minyakita saat ini berada di kisaran Rp15.900 per liter. Angka tersebut sedikit melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

"Pada prinsipnya stok barang ada, nggak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan ada. Memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik," kata Mendag ditemui seusai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Selasa (21/4).

Kondisi serupa juga terjadi pada minyak goreng premium yang di sejumlah wilayah dilaporkan mengalami kenaikan cukup signifikan. Data SP2KP mencatat harga minyak goreng premium mencapai Rp21.796 per liter. Menurut Mendag, lonjakan harga tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan bahan baku, melainkan karena biaya produksi, khususnya kemasan plastik, yang meningkat.

Ia menegaskan bahwa pasokan dari produsen tetap stabil dan tidak mengalami gangguan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kelangkaan. Kementerian Perdagangan juga telah menjalin komunikasi langsung dengan produsen untuk memastikan proses produksi berjalan lancar meskipun terjadi fluktuasi harga bahan pendukung.

Selain itu, pemerintah turut berkoordinasi dengan pelaku industri plastik guna menjaga ketersediaan bahan baku, termasuk melalui skema impor yang sedang diupayakan. Langkah ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen.

Mendag berharap kondisi harga dapat segera kembali stabil seiring normalisasi biaya kemasan plastik. Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada produk akhir, tetapi juga pada sektor hulu seperti industri plastik yang memiliki dampak langsung terhadap harga jual.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para distributor agar tidak mengambil keuntungan berlebih ketika kondisi produksi sudah kembali normal, sehingga tidak memicu distorsi harga di pasar.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kenaikan biaya kemasan plastik diharapkan tidak merembet ke produk lain, khususnya yang tidak menggunakan kemasan tersebut. Hingga saat ini, belum ada pembahasan terkait penyesuaian HET minyak goreng, namun koordinasi lintas kementerian terus dilakukan guna mencari solusi menyeluruh dari hulu hingga hilir. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya