Mendag Akui Harga Minyak Goreng Naik: Karena Plastik

Andhika Prasetyo
22/4/2026 06:32
Mendag Akui Harga Minyak Goreng Naik: Karena Plastik
ilustrasi(Antara)

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui harga minyak goreng saat ini mengalami lonjakan. Itu terjadi karena meningkatnya biaya kemasan plastik. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga minyak goreng rakyat merek Minyakita tercatat berada di kisaran Rp15.900 per liter, di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

“Pada prinsipnya stok barang ada, tidak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan aman. Kenaikan harga salah satunya dipengaruhi oleh biaya plastik,” ujar Mendag usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.

Kondisi serupa juga terjadi pada minyak goreng premium yang di sejumlah daerah mengalami kenaikan harga signifikan. Berdasarkan SP2KP yang dikelola Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, harga minyak goreng premium mencapai Rp21.796 per liter.

Menurut Mendag, lonjakan harga tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan bahan baku, melainkan meningkatnya biaya produksi, khususnya pada komponen kemasan plastik yang digunakan produsen.

Ia memastikan pasokan dari produsen tetap terjaga dan tidak mengalami gangguan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan di pasar.

Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia telah berkomunikasi dengan produsen minyak goreng untuk memastikan proses produksi berjalan normal. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pelaku industri plastik guna menjaga ketersediaan bahan baku, termasuk melalui skema impor. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu menstabilkan harga di pasar seiring dengan normalisasi biaya produksi kemasan.

Mendag menambahkan, pemerintah tidak hanya fokus pada komoditas minyak goreng, tetapi juga memperhatikan sektor hulu seperti industri plastik yang memiliki pengaruh langsung terhadap harga di tingkat konsumen. Ia juga mengingatkan distributor agar tidak mengambil keuntungan berlebih ketika kondisi produksi telah stabil, guna mencegah distorsi harga di pasar.
Hingga saat ini, pemerintah belum membahas penyesuaian HET minyak goreng. Namun, koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk mencari solusi menyeluruh dari sisi hulu hingga hilir guna menjaga stabilitas harga pangan. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya