Harga Plastik Melonjak, Puan Maharani Dorong Pemanfaatan Kemasan Daun

Irvan Sihombing
15/4/2026 19:54
Harga Plastik Melonjak, Puan Maharani Dorong Pemanfaatan Kemasan Daun
Ilustrasi(Antara)

KETUA DPR RI Puan Maharani mendesak para pelaku UMKM untuk mulai meninggalkan ketergantungan pada plastik dan beralih ke kemasan alami seperti daun pisang menyusul lonjakan harga kresek yang kian tak terkendali. Menurut Puan, kenaikan harga bahan baku plastik yang mencekik margin keuntungan pedagang kecil ini harus dijadikan momentum untuk menghidupkan kembali kearifan lokal yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. 

“Maka kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk kita beralih ke ekonomi hijau,” kata Puan di Jakarta, Rabu.

UMKM Tertekan akibat Harga Plastik

Puan mengakui kenaikan harga plastik memberikan tekanan besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor makanan dan minuman yang selama ini bergantung pada kemasan sekali pakai.

“Harga plastik yang melonjak hingga berkali-kali lipat dan pasokan mulai sulit diperoleh menyebabkan pelaku usaha kecil yang selama ini bekerja dengan keuntungan terbatas semakin kesulitan dari sisi ekonomi,” ujarnya.

Dorong Kembali Kearifan Lokal

Sebagai solusi, Puan mendorong penggunaan kemasan berbasis kearifan lokal seperti daun pisang atau daun jati yang sejak lama digunakan masyarakat Indonesia.

“Pedagang makanan atau pangan bisa kembali memanfaatkan kemasan ramah lingkungan seperti itu,” katanya.

Ia mencontohkan penggunaan daun sebagai pembungkus makanan masih banyak ditemukan di Jawa Tengah, seperti pada nasi liwet, gudeg, hingga mi lethek. Bahkan, menurutnya, kemasan alami tersebut mampu menjaga aroma dan ketahanan makanan, seperti pada lontong dan lemper.

“Dengan memakai kemasan dari bahan organik, pelaku usaha tak hanya bisa menghindari tekanan ekonomi karena tingginya bahan baku dari impor, tapi juga bisa menambah nilai jual,” ujar Puan.

Dukung Target SDGs dan Ekonomi Kreatif

Lebih lanjut, Puan menilai penggunaan kemasan organik juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan.

“Kemasan organik yang sarat terhadap kearifan lokal juga merupakan inovasi ekonomi kreatif. Selain mendukung warisan budaya Indonesia, kita juga turut mengkampanyekan gerakan ramah lingkungan,” katanya.

Minta Pemerintah Siapkan Regulasi

Puan meminta kementerian dan lembaga terkait untuk menyiapkan sistem, regulasi, serta sosialisasi yang matang jika penggunaan kemasan tradisional kembali diperluas.

Ia menyebut sejumlah kementerian seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Ekonomi Kreatif perlu berkolaborasi dalam mencari solusi alternatif pengganti plastik.

“Pemerintah perlu memberikan dukungan dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap alternatif kemasan, khususnya bagi para pelaku usaha dan konsumen. Kami di DPR akan ikut melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangan dewan,” katanya. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya