Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPR RI Puan Maharani mendorong penguatan sistem pengawasan secara menyeluruh guna mencegah kecurangan berulang dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Langkah ini dinilai krusial demi menjaga integritas dan prinsip meritokrasi dalam kompetisi pendidikan nasional.
Puan menyoroti maraknya temuan kecurangan UTBK SNBT 2026 yang telah berlangsung sejak 21 April lalu. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sebanyak 2.640 peserta terindikasi melakukan kecurangan dengan berbagai modus operandi.
“Berbagai temuan kecurangan yang masih terjadi di UTBK 2026 menjadi tantangan integritas dalam kompetisi pendidikan nasional,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).
Panitia pelaksana menemukan beragam taktik manipulatif untuk mengelabui pengawas, di antaranya penggunaan joki dengan identitas palsu, pemalsuan dokumen persyaratan ujian, pnggunaan alat komunikasi tersembunyi di dalam ruang ujian, dan taktik manipulatif sistematis lainnya.
Selain pelanggaran individu, panitia juga mengendus adanya keterlibatan sindikat joki profesional yang kini terancam sanksi pidana. Puan menegaskan bahwa fenomena ini bukan lagi sekadar pelanggaran ujian biasa, melainkan ancaman terhadap fondasi etika pendidikan.
Mengingat ketatnya persaingan—di mana hampir 900 ribu peserta memperebutkan sekitar 260.000 kursi Perguruan Tinggi Negeri (PTN)—Puan mendesak pemerintah dan panitia pelaksana untuk segera melakukan adaptasi sistem dan teknologi pengawasan.
“Setiap bentuk kecurangan merusak kepercayaan terhadap mekanisme seleksi berbasis kemampuan dan usaha yang adil. Setiap celah harus menjadi bahan koreksi sistematis dalam desain seleksi berikutnya,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan sistem seleksi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang berhasil diungkap, tetapi sejauh mana negara mampu mempersempit ruang gerak para pelaku kecurangan melalui sistem yang adaptif dan berbasis mitigasi.
Lebih lanjut, Puan memandang fenomena kecurangan UTBK ini sebagai cerminan tingginya tekanan sosial terhadap hasil pendidikan. Ia mengingatkan bahwa penanganan masalah ini harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya terbatas pada aspek teknis di lapangan.
“Persoalan ini juga terkait bagaimana sistem pendidikan membentuk nilai kejujuran, usaha, dan makna kompetisi. Kejujuran akademik tidak bisa dibentuk hanya di ruang ujian, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan sejak awal,” pungkas Puan. (Ant/H-3)
Anggota Komisi X DPR Muhammad Hilman Mufidi minta pengawasan UTBK SNBT diperketat dengan metal detector guna cegah kecurangan alat bantu dengar.
Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa soroti kecurangan UTBK-SNBT 2026. Ia desak penguatan pengawasan teknologi AI dan pembangunan karakter sejak dini.
Dengan semakin teridentifikasinya berbagai model kecurangan yang digunakan, hal ini dapat menjadi pengingat bagi para peserta agar mengurungkan niat untuk melakukan pelanggaran
PELAKSANAAN Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Bengkulu (Unib), diikuti sebanyak 10.401 orang peserta.
PANITIA Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 menduga praktik joki yang diungkap Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bagian jaringan nasional.Â
Sejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Kemdiktisaintek menegaskan komitmen menjaga integritas seluruh proses SNBT. Penegakan aturan ini penting untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved