Praktik Joki yang Terungkap Diduga Bagian dari Sindikat Nasional

Faishol Taselan
23/4/2026 17:50
Praktik Joki yang Terungkap Diduga Bagian dari Sindikat Nasional
Ilustrasi UTBK di Universitas Syiah Kuala.(MI/Amirruddin Abdullah Reubee)

PANITIA Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 menduga praktik joki yang diungkap Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bagian jaringan nasional. 

“Panitia telah melakukan interogasi ke pelaku Joki, bisa disimpulkan ini bagian dari jaringan nasional,” kata Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa Martadi di Surabaya, Kamis (23/4). 

Panitia UTBK Unesa berhasil menangkap seorang joki berinisial H. Pelaku ditangkap saat tes kemarin Selasa (21/4). Dari hasil identifikasi ternyata pelaku memiliki dua lapis atasan. Martadi mengatakan dua layer di atasnya dan layer itu selalu missing link

Pengakuan H, yang mengeklaim asal Surabaya itu, direkrut atasannya di kafe, dengan disiapkan semua dokumen administrasi atas nama pemesan joki. Untuk memuluskan aksinya pelaku dilatih dengan seksama oleh atasannya mulai menghafalkan nama anaknya, orang tuanya siapa dan seterusnya. Pelaku harus menguasai semua yang akan ditanyakan panitia.

Bahkan, ketika mengaku dia berasal dari suku tertentu, namun saat ditanya dengan menggunakan bahasa suku tersebut ternyata tidak bisa. 

“Tidak menguasai bahasa suku tersebut, padahal mengaku dari suku di Jawa Timur,” ugkapnya. 

Ditegaskan, sesama joki diduga tidak saling mengenal dan tidak pernah bertemu. H hanya bisa menyebutkan satu orang yang merekrutnya berasal dari Jawa Barat. Apakah pelaku dengan joki lainnya, dengan tegas menyatakan mereka tidak saling kenal. 

“Mereka tidak pernah dipertemukan. Hanya ketemu dengan satu pihak, satu layer di atasnya,” katanya. 

Namun, selama 1 jam diinterogasi, H tidak membuka identitas yang bisa dibuktikan dengan dokumen asli sama sekali. Pascatemuan itu, Unesa menjalankan antisipasi dengan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP). 

“Kalau ada tas kresek warna merah yang kami kunci, itu adalah salah satu bentuk antisipasi. SOP-nya kan hanya dikumpulkan, tapi kami masukkan di tas kresek. Lalu kami kunci dengan plastik itu, kemudian kami letakkan di luar tidak di ruangan. Kenapa? Karena kami menghindari jangan sampai ada radius pancaran sinyal HP,” jelasnya.(FL/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya