Polisi Dalami Dugaan Kecurangan UTBK di Undip, Peserta Diduga Korban Penipuan

Akhmad Safuan
23/4/2026 12:33
Polisi Dalami Dugaan Kecurangan UTBK di Undip, Peserta Diduga Korban Penipuan
Pemeriksaan ketat terhadap peserta UTBK-SNBT Undip sebelum masuk ke ruangan ujian.(MI/Akhmad Safuan)

POLISI masih mendalami kasus dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Seorang peserta perempuan berinisial M yang terpergok membawa alat mencurigakan diduga justru menjadi korban penipuan.

Kasus ini mencuat setelah petugas menemukan alat kecil di telinga peserta saat pemeriksaan sebelum masuk ruang ujian. Sejak kejadian tersebut, pengawasan UTBK-SNBT di Undip diperketat, termasuk penggunaan detektor pada peserta.

Kepala Polsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, mengatakan pihaknya tidak melanjutkan proses hukum terhadap peserta tersebut. Polisi, kata dia, lebih fokus mendalami asal-usul alat yang digunakan.

“Tidak melanjutkan proses hukum kepada M dan hanya memberikan pembinaan atas pelanggaran yang dilakukan. Kami juga masih melakukan pendalaman terkait kejanggalan alat yang ditemukan di lapangan,” ujar Kristiyastuti, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan peserta, alat tersebut diberikan oleh seseorang tak dikenal yang ditemui di hotel tempatnya menginap sebelum ujian. Orang tersebut menjanjikan kelulusan UTBK-SNBT.

“Peserta mengaku bertemu seseorang dengan wajah tertutup yang menjanjikan bisa meloloskan ujian, lalu memberikan alat kecil yang dipasang di telinga,” katanya.

Namun, polisi meragukan fungsi alat tersebut sebagai perangkat komunikasi. “Kalau handfree seharusnya ada speaker untuk komunikasi, tapi ini hanya kabel mikrofon tanpa speaker,” imbuh Kristiyastuti.

Temuan itu menguatkan dugaan bahwa peserta kemungkinan menjadi korban penipuan, karena alat yang diberikan tidak memungkinkan digunakan untuk berkomunikasi selama ujian berlangsung.

Secara terpisah, Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto, mengatakan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di kampusnya berjalan lancar meski ada insiden tersebut. Tahun ini, sebanyak 23.933 peserta mengikuti ujian yang digelar di 68 ruang dengan pengawasan ketat.

Menurut Heru, berbagai langkah antisipasi telah diterapkan, mulai dari pemeriksaan sebelum masuk ruang ujian hingga pembaruan sistem dan metode skrining.

“Dengan perbaikan dari pusat dan pelaksanaan di Undip, ditambah instrumen seperti skrining sebelum masuk, diharapkan hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari,” ujar Heru. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya