UNAIR Beri Layanan Khusus bagi 22 Peserta UTBK Disabilitas

Faishol Taselan
22/4/2026 17:59
UNAIR Beri Layanan Khusus bagi 22 Peserta UTBK Disabilitas
Uniair memberi layanan khusus bagi peserta disabilitas yang mengikuti UTBK 2026.(MI/Faishol Taselan)

UNIVERSITAS Airlangga (UNAIR) menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Sebanyak 22 peserta disabilitas mendapatkan layanan dan perlakuan khusus untuk memastikan proses ujian berjalan lancar.

Para peserta tersebut terdiri dari penyandang tunadaksa hingga tunarungu. Panitia UTBK UNAIR telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna mempermudah mobilitas dan kebutuhan teknis para peserta selama berada di lokasi ujian.

Kisah Inspiratif Peserta Tunarungu

Salah seorang peserta, Muhammad Pasha Fawwazdian, siswa tunarungu dari SMAN 16 Surabaya, mengaku telah mempersiapkan diri dengan maksimal. Meski menghadapi tantangan pendengaran, ia menilai variasi soal UTBK tetap dapat dikerjakan dengan baik.

“Alhamdulillah saya sudah mempersiapkan UTBK ini dengan sebaik mungkin. Soalnya ada yang sulit dan ada juga yang gampang, tapi insyaallah bisa saya kerjakan,” ujar Pasha di Surabaya, Rabu (22/4).

Pasha memilih Program Studi Psikologi UNAIR karena memiliki visi mulia untuk membantu sesama melalui layanan konseling. Ia bahkan bercita-cita menjadi seorang psikiater. Baginya, dukungan keluarga dan teman-teman adalah energi utama dalam menghadapi perundungan verbal yang pernah dialaminya.

“Pesan saya, disabilitas bukanlah halangan. Jadikan disabilitas sebagai power dan kelebihan tersendiri. Saya banyak mengalami pembullyan verbal, tapi itu justru membuat saya semakin kuat,” tegasnya.

Aksesibilitas Tanpa Hambatan

Pengalaman positif juga dirasakan oleh Khalifah Nisyapuri, peserta tunadaksa asal SMAN 4 Sidoarjo. Sempat merasa gugup sebelum ujian dimulai, Khalifah merasa sangat terbantu dengan kesigapan petugas di lapangan.

“Awalnya nervous karena takut soalnya susah, tapi setelah masuk saya merasa senang. Saya banyak dibantu oleh petugas, mulai dari naik lift hingga masuk ke ruang ujian,” ungkap Khalifah.

Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kemudahan akses yang disediakan UNAIR, termasuk bantuan mobilitas dari lantai satu hingga lantai sembilan. Motivasi terbesarnya muncul saat melihat banyak mahasiswa disabilitas lain yang mampu mengukir prestasi di jenjang perguruan tinggi.

“Ternyata kita punya kesempatan yang sama, dan itu keren banget. Pesan saya, jangan takut mencoba dan jangan pernah patah semangat,” pungkasnya. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya