Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA plastik masih bertahan tinggi di Jawa Tengah membuat para pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun produsen berbahan dasar plastik menjerit, sehingga diwaspadai terjadinya penimbunan sebagai antisipasi semakin melonjaknya harga plastik.
Pemantau Media Indonesia Minggu (12/4) konflik internasional dipicu adanya perang Iran-Israel dan Amerika membuat harga plastik di tanah air melonjak hingga 100 persen, kondisi ini semakin membuat kesulitan bagi dubia usaha baik UMKM maupun produsen berbahan dasar plastik itu sendiri yang juga terancam menghentikan produksinya.
Meskipun masih banyak tersedia bahan pengganti yang ramah lingkungan, namun tidak seluruhnya dapat menggantikan plastik untuk menunjang gerak usaha, sehingga para pengusaha terpaksa kenaikan harga produk untuk menutupi harga plastik yang melonjak tersebut.
"Saat ini tidak seluruhnya bisa dibungkus daun atau kertas, seperti saya jual es teh ini terpaksa menaikkan harga dari sebelumnya Rp3.000 menjadi Rp3.500 per plastik," ujar Wati, seorang pedagang di Semarang.
Namun berbeda dengan Dewi Aryani, UMKM bergerak di bidang jajanan di Kota Semarang ini mengaku menyiasati kenaikan harga plastik dengan mengganti bahan pembungkus masakan maupun alat dapur dengan kembali ke jaman dulu. "Pembungkus masakan saya ganti daun dan kertas, sedangkan alat dapur menggunakan bagan alumunium maupun stenlis," imbuhnya.
Hal serupa juga diungkapkan Leli, pedagang nasi mengaku nainbya harga pembungkus plastik ternasuk kertas pembungkus nasi, menjadikan para pedagang harus melakukan langkah untuk dapat bertahan, bagi pembeli dengan dibungkus, maka untuk tetap mempertahankan harga diganti dengan kertas dilapisi daun pisang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah July Emmylia, mengatakan lonjakan harga plastik terjadi saat ini, dipicu oleh ketegangan geopolitik yakni perang Iran, Israel dan Amerika, karena harga naphta (bahan baku plastik) melonjak dari 600 dolar menjadi 900 dolar per ton.
Menurut July Emmylia kenaikan plastik ini, bukan sekadar angka di atas kertas bagi warga, karena sektor UMKM pangan menjadi pihak yang paling terdampak karena plastik merupakan kemasan primer yang sulit digantikan dengan bahan lain, sehingga terpaksa menaikkan harga dan dampaknya terhadap warga.
"Tekanan terberat ada di pelaku usaha sektor pangan karena penggunaan plastik sangat intens, sedangkan sektor furnitur atau tekstil mungkin hanya terdampak di kemasan sekunder," ujar July Emmylua.
Merespons keresahan warga akan kelangkaan barang plastik ini, ungkap July Emmylia, Pemprov Jawa Tengah memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya praktik penimbunan, namun untuk menjaga situasi tetap kondusif danvtidak terjadi penimbunan, Dinas Perdagangan akan menggandeng kepolisian guna melakukan pengawasan ketat di lapangan.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah Frans Kongi sebelumnya mengungkapkan.para produser juga l merasakan lonjakan harga biji plastik hingga 100 persen tersebut, karena ikut terdampak merosotnya penjualan hasil produksi karena konsumen juga mulai membatasi pembelian produk plastik.
Tidak hanya produsen plastik, lanjut Frans Kongi, sektor garmen ikut terimbas dengan naiknya harga poliester terjadi, hal ini menyebabkan sejumlah pengusaha di Jawa Tengah mengalami kerugian, karena kenaikan bahan baku secara otomatis akan meningkatkan ongkos produksi yang ikut merosot setelah daya beli di masyarakat menurun akibat harga terlalu tinggi,
"Naiknya harga biji plastik hingga 100 persen tidak hanya menyulitkan produsen dan berdampak kepada masyarakat yang semakin tidak terjangkau, tetapi juga mempengaruhi perekonomian saat ini," demikian Frans Kongi.
Selain biji plastik, menurut Frans Kongi, harga poliester juga telah mengalami kenaikan hingga 100 persen membuat harga produk plastik turut melonjak, sehingga sektor garmen juga berisiko terimbas kenaikan harga tersebut karena mereka membutuhkan poliester untuk sebagian produknya.
Sejumlah pengusaha industri plastik di Jawa Tengah, ungkap Frans Kongi, mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan baku plastik, bahkan sejumlah pabrik ada sudah tutup kontrak sekian banyak untuk produksi plastik, karena lonjaian harga bahan dasar tidak mampu menutupi harga jual hasil produksi.
Akibat kondisi ini, demikian Frans Kongi, berharap pemerintah dapat memberikan keringanan atau insentif untuk para pengusaha di industri plastik yang terdampak kenaikan bahan baku tersebut, "Kita sangat mengharapkan kepada pemerintah supaya terus berjuang, berdiplomasi, untuk kelancaran suplai minyak," ujarnya. (H-2)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Ketua DPR Puan Maharani mendorong masyarakat dan UMKM beralih ke kemasan alami seperti daun pisang di tengah lonjakan harga plastik.
Pemkot Ambon siapkan aturan pembatasan dan dorong warga beralih ke bahan ramah lingkungan. Harga kantong plastik di Ambon melonjak hingga 50 persen.
Keterlambatan distribusi Minyakita dan beras dari bantuan bahan pokok (bapok) dari pemerintah disebabkan masalah kemasan atau plastik pembungkus.
PARA perajin tahu dan tempe di wilayah Priangan Timur kini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved